Perawatan Transposisi pada Maloklusi Kelas III Skeletal Disertai Crossbite dan Deepbite dengan Teknik Straight Wire (terhadap Insisivus Lateral dengan Caninus Regio Kiri Maksila)

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.16480

Evodie Christy(1*), Darmawan Sutantyo(2),

(1) Program Studi Ortodonsi, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(2) Departemen Ortodonsi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar belakang. Perawatan transposisi gigi perlu mendapatkan perhatian khusus dikarenakan kompleksitas perawatannya, sehingga sebagian praktisi cenderung memilih pilihan yang lebih mudah dengan mencabut gigi yang transposisi. Tindakan ini memberikan efek yang irreversible dan dapat merugikan pasien. Tujuan. Memberikan informasi tentang perawatan kasus transposisi gigi unilateral gigi insisivus lateraldan caninus regio kiri maksila pada maloklusi kelas III skeletal crossbite dan deepbite dengan alat cekat sistem straight wire. Kasus. Pasien laki-Iaki berusia 24 tahun, pekerjaan mahasiswa, datang ke klinik Orthodonsia FKG UGM. Pada pemeriksaan subjektif pasien merasa terganggu penampilannya diakibatkan gigi depan atas yang berjejal dan gigi bawah yang lebih maju daripada gigi atasnya. Diagnosis final adalah maloklusi kelas III skeletal dengan crossbite dan deepbite disertai transposisi lengkap gigi ! 2 dan ! 3. Penanganan. Reposisi gigi ! 2 dan ! 3 dilakukan secara bertahap, disediakan ruangan terlebih dahulu dengan distalisasi gigi ! 3, diikuti dengan rotasi dan labialisasi gigi ! 2. Maloklusi kelas III skeletal dengan crossbite dan deepbite dirawat dengan penggunaan peninggi gigitan posterior disertai retraksi regio anterior mandibula memanfaatkan ruangan yang ada. Kesimpulan. Perawatan transposisi gigi unilateral dari gigi insisivus lateral dan caninus pada regio kiri maksila kasus maloklusi kelas III skeletal dengan crossbite dan deepbite dapat dilakukan dengan menggunakan alat ortodontik cekat sistem straight wire dan meningkatkan estetik pasien. Pemilihan jenis perawatan dilakukan dengan mempertimbangkan usia pasien yang masih muda, hasil perhitungan determinasi lengkung yang mendukung, tingkat kooperatifitas pasien yang baik., dan pasien mengharapkan perawatan dapat dilakukan tanpa intervensi bedah.


Keywords


transposisi insisivus lateral dan caninus; maloklusi kelas III skeletal; crossbite; deepbite; teknik straight wire

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.16480

Article Metrics

Abstract views : 43 | views : 63

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

      

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics

 

 

Creative Commons License

Majalah Kedokteran Gigi Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.