Protesa Maksilofasial dengan Hollow Bulb Paska Hemimaxillectomy pada Kasus Kehilangan Seluruh Gigi Rahang Atas

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.16020

Fei In(1*), Endang Wahyuningtyas(2)

(1) Program Studi Prostodonsia, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(2) Bagian Prostodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Pasien paska hemimaxillectomy menimbulkan adanya defect yang menyebabkan gangguan fungsi bicara, penelanan, pengunyahan, estetik serta kejiwaan penderita dan dapat menimbulkan masalah pada rehabilitasinya. Setelah dilakukan hemimaxillectomy, pasien perlu memakai protesa maksilofasial paska bedah dan protesa maksilofasial dengan hollow bulb. Tujuan penulisan laporan ini untuk menginformasikan bahwa defect palatum paska hemimaxillectomy pada kasus kehilangan seluruh gigi rahang atas dapat dibuatkan suatu protesa maksilofasial dengan hollow bulb untuk mengembalikan fungsi bicara, penelanan, pengunyahan dan estetik. Pasien laki-Iaki berusia 68 tahun datang ke RSGM atas rujukan dari R.S.Dr. Sardjito. Saat datang pasien merasa terganggu dengan adanya pembengkakan dan defect pada palatum. Kemudian dilakukan pemeriksaan subyektif, obyektif dan radiografi. Operasi hemimaxillectomy dilakukan oleh dokter THT R.S Sardjito. Obturator paska bedah dipasang segera setelah operasi. Kemudian dibuatkan protesa maksilofasial dengan hollow bulb setelah 2 minggu paska hemimaxillectomy. Pada rahang bawah dibuatkan gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik. Pada waktu insersi diperiksa retensi, stabilisasi, oklusi, estetik dan pengucapan. Kontrol dilakukan 1 minggu dan 1 bulan setelah pemakaian. Hasil pemakaian protesa maksilofasial retensi, stabilisasi, oklusi, estetik dan pengucapan baik. Kesimpulan laporan kasus ini adalah protesa maksilofasial dengan hollow bulb paska hemimaxillectomy pada kasus kehilangan seluruh gigi rahang atas merupakan alat rehabilitasi yang harus segera dibuat sehingga pasien dapat hidup normal, mengembalikan fungsi bicara, fungsi pengunyahan, penelanan, estetik dan kejiwaan penderita.


Keywords


protesa maksilofasial; hollow bulb; hemimaxillectomy

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.16020

Article Metrics

Abstract views : 949 | views : 623

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics