Kandisiasis Mulut sebagai Indikator Penyakit Sistemik

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15542

Satrya Ayu Erawatie Prayudha(1*), Bernadeta Esti Chrismawaty(2), Dewi Agustina(3), Goeno Subagyo(4)

(1) Program Studi Ilmu Kedokteran Gigi Klinik, Minat Studi Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(2) Departemen Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(3) Departemen Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(4) Departemen Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar belakang. Kandidiasis mulut disebabkan oleh infeksi Candida. Kondisi imunokompromais seperti DM merupakan salah satu faktor predisposisinya. Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang sering tidak disadari dan menjadikan penderitanya rentan infeksi. Tujuan. Penulisan ini bertujuan untuk melaporkan kandidiasis mulut polimorfik pada pasien yang sebelumnya tidak terdeteksi DM. Kasus dan penanganan. Seorang laki-laki 57 tahun datang ke Klinik Gigi dan Mulut, RSUP Dr. Sardjito mengeluhkan gangguan pengunyahan. Keluhan dirasakan sejak 1 bulan terakhir akibat gigi sebalah kiri atasnya goyah. Pasien menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) sejak 5 tahun yang lalu. Sejak awal, GTSL susah dilepas sendiri oleh pasien. Akhir-akhir ini, terdapat keluhan mulutnya gatal dan nafas berbau. Dilaporkan adanya penurunan berat badan hingga 9 kg pada 3 bula terakhir. Ekstra-oral normal, intra-oral tampak plak putih pada dorsum lidah, area eritematus pada palatum berhadapan dengan plat GTSL, gigi avulsi, luksasi disertai resesi. Berdasar anamnesis dan pemeriksaan klinis, lesi mulut mengacu pada kandidiasis mulut dan pasien dicurigai menderita DM. Rencana perawatan meliputi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi, terapi antifungal, ortopantomogram (OPG) dan konsultasi medis terkait kecurigaan DM. Penatalaksanaan lesi mulut meliputi debridasi dan Nystatin topikal. Dua minggu kemudian, lesi mulut menunjukkan perbaikan. Hasil OPG dan kadar glukosa darah (KGD) mengindikasikan latar belakang DM. Ekstraksi dilakukan setelah DM terkontrol diikuti pembuatan protesa. Fungsi mulut kembali normal dan diinstruksikan pengelolaan KGD. Kesimpulan. Temuan klinis kandidiasis mulut dapat digunakan sebagai indicator adanya gangguan sistemik, pada kasus ini adalah DM. Identifikasi dini lesi mulut terkait gangguan sistemik dapat membantu penderita untuk memperoleh perawatan sistemik lebih awal.

 

Background. Oral candidiasis is caused bt Candida infection. Immunocompromise condition such as diabetes is one of its predisposition. Diabetes mellitus (DM) is metabolic disorder that is often not realized by the sufferer and makes the sufferer susceptible to infection. Purpose. This paper is intended to report the polymorphic type of oral candidiasis in patient with previously undetected DM. Case and management. A 57 years old man complained of impaired mastication due to teeth luxation since last month. Patient has wearing removable partial dentures since 5 years ago, which was hard to removed by himself. Lately the patient experienced prickly under dentures and halitosis. The patient reported about lost of weight as 9 kg in 3 months. No abnormality found extraorally, and intraorally it found some velvety white plaque on dorsum of the tongue, erythematous area on mucosal bearing dentures, avulsion and luxation of the teeth. Based on history taking and clinical examination, oral lesion regarded as oral candidiasis and the patient suspected to have DM. Treatment planning were oral health education, antifungal therapy, taking an OPG, medical consultation because of possibility of DM. Treatments comprises as oral debridement and topical nystatin. Two weeks later, oral lesion showed improvement. It revealed that OPG and Blood Glucosa Level (BGL) result were referred to DM. After his DM controlled, teeth extraction was done followed by construction of new denture. Normal oral function returned, and patient instructed to maintain BGL. Conclusion. Clinical findings as oral candidiasis can be used as an indicator of the existence of the systemic disease, in this case are DM. Early identification of oral lesion associated systemic disease could help the patient to obtain early treatment.


Keywords


infeksi candida; kandidiasis mulut; diabetes mellitus tak terdeteksi; indikator penyakit sistemik; candida infection; polymorphic type of oral candidiasis; undetected diabetes mellitus; systemic disease indicator

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15542

Article Metrics

Abstract views : 2662 | views : 11505

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics