Obturator Definitive Mandibula Post Hemimandibulectomy Sinistra

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15541

Paul Sugiyo(1*), Heriyanti Amalia Kusuma(2)

(1) Program Studi Prostodonsi, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(2) Departemen Prostodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang. Operasi bedah pemotongan mandibula pada kasus tumor jinak maupun tumor ganas dapat menyebabkan deviasi mandibula. Tindakan perawatan bedah tergantung pada lokasi dan perluasan tumor mandibula, tindakan perawatan bedah tersebut meliputi bedah marginal, segmental, hemimandibulectomy, dan total mandibulectomy. Tujuan. Makalah ini menjelaskan tentang perawatan rehabilitasi dengan obturator definitive mandibula. Para klinisi harus menunggu masa penyembuhan yang sempurna sebelum disarankan untuk dibuatkan onturator definitive mandibula. Sejak awal penyembuhan diperlukan intervensi prostodontis untuk mencegah deviasi mandibula. Protesa ini membantu pergerakan mandibula secara normal tanpa terjadi penyimpangan pada fungsi bicara dan pengunyahan. Laporan Kasus. Pada bulan Maret 2012, pasien laki-laki, berumur 46 tahun datang ke RSGM Bagian Prostodonsia atas rujukan dari RS. Dr. Sardjito Bagian Bedah Mulut setelah dilakukan operasi tumor ameloblastoma mandibula sinistra (post hemimandibulectomy mandibula sinistra) dengan pemasangan plat rekonstruksi tiga bulan sebelumnya untuk dibuatkan obturator definitive mandibula. Pasien mengeluh bibir bawah sebelah kiri sering tergigit, fungsi bicara, fungsi pengunyahan, dan penampilannya terganggu. Hasil. Setelah dilakukan perawatan dengan memakai obturator definitive mandibula dalam kurun waktu 8 bulan, hingga saat ini hasil perawatan ini dapat mengembalikan fungsi bicara, fungsi pengunyahan, dan fungsi estetik sehingga pasien merasa lebih nyaman dan percaya diri. Kesimpulan. Deviasi mandibula setelah operasi hemimandibulectomy diatasi dengan bedah rekonstruksi menggunakan plat rekonstruksi, kemudian segera setelah penyembuhan perlu melibatkan prostodontis untuk pemasangan obturator definitive mandibula. 

 

Background. Surgical restion of the mandible due to presence of benign or malignant tumor is the common cause of the mandibular deviation. Depending upon the location and extent of the tumor in the mandible, various surgical treatment modalities like marginal, segmental, hemimandibulectomy, or total mandibulectomy. Purpose. This study was to deteminated of rehabilitation treatment by mandible definitive obturator. The clinicians must wait for extensive period of the time for completion of healing before considering the definitive prosthesis. During this initial healing period prosthodontic intervention is required for preventing the mandibular deviation. This case report describes management of a patient who has undergone a reconstructed hemimandibulectomy with mandible definitive obturator. The prosthesis help patient moving the mandible normally without deviation during functions like speech, mastication, and aesthetic. Case Report. On March 2012, a 46 years old man was referred from Dr. Sardjito Hospital Oral Surgery Department to Department of Prosthodontics RSGM Faculty of Dentistry Gadjah Mada University Yogyakarta, for prosthetic rehabilitation following a hemimandibulectomy sinintra reconstructed with plate reconstruction three months ago. Patient felt speech function, masticatory function, and impaired performance, lower lip frequently bitten. Results. After treated while 8 months till now by mandible definitive obturator, patient felt more comfortable and confident with recovery function of speech, mastication, and aesthetic. Conclusion. The deviation of mandible after hemimandibulectomy was reconstructed by reconstruction plate surgery. During this initial healing period early prosthodontic intervention by mandible definitive obturator.

 


Keywords


obturator definitive mandibula; hemimandibulectomy; ameloblastoma; mandible definitive obturator; hemimandibulectomy; ameloblastoma

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15541

Article Metrics

Abstract views : 1071 | views : 5930

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics