Hemimandibulektomi dengan Rekonstruksi Mandibula dan Fiksasi Intermaksila sebagai Penatalaksanaan Ameloblastoma Mandibula Sinistra

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15538

Indria Nehriasari(1*), Maria G Widiastuti(2)

(1) Program Studi Bedah Mulut, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(2) Bagian Bedah Mulut, RS Dr Sardjito, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar belakang. Ameloblastoma adalah tumor odontogenik yang jarang terjadi. Walaupun jinak tetapi bersifat merusak dan mempunyai tingkat kekambuhan yang tinggi. Hemimandibulektomy adalah salah satu tindakan yang dipilih jika lesi patologis telah melibatkan processus coronoideus dan condyle walaupun efek dari tindakan tersebut adalah terjadinya defek wajah dan deviasi mandibula. Tujuan. Melaporkan tindakan hemimandibulektomy dengan rekonstruksi bridging plate dan traksi intermaksila pada ameloblastoma mandibula sebelah kiri yang dilakukan untuk mengurangi deviasi dan defek wajah. Kasus dan perawatan. Laki-laki umur 46 tahun datang ke klinik bedah mulut dan maksilofacial RS Dr Sardjito Yogyakarta dengan keluhan utama adanya pembengkakan pada sisi kiri rahang bawah di area pipi. Keadaan tersebut dirasakan sejak 4 tahun yang lalu, tidak sakit, keras, warna sesuai dengan jaringan sekitar. Diagnosa yang ditegakkan Ameloblastoma mandibula. Perawatan dari kasus ini adalah hemimandibulektomy dengan rekonstruksi bridging plate dengan anestesi umum. Enam minggu dengan kawat dan 3 bulan dengan traksi elastic digunakan untuk mengurangi deviasi mandibula setelah tulang rahang direseksi. Kesimpulan. Hemimandibulektomi dilakukan untuk mengambil lesi patologi secara radikal untuk mencegah rekurensi. Bridging plate digunakan sebagai tindakan rekontruksi mandibula. Traksi intermaksila merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengurangi deviasi mandibula setelah hemimandibulektomy.

 

Background. Ameloblastoma is an odontogenic tumor which rarely happened. Although it is benign, it can be destructive and has a high recurrency rate. Hemimandibulectomy is one kind of treatments which can be choosed if pathologic fracture has involved coronoid processus and condyle, eventhough its effect can cause mandible deviation and facial defect. Purpose. Reported a hemimandibulectomy with bridging plate reconstruction and intermaxillary function on the left mandible ameloblastoma intended to reduced the deviation of the mandible. Case and threatment. Fourty-six years old man came to the oral and maxillofacial surgery clinic at Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta, with a main sign of swelling at the left side of lower jaw on buccal region, it was emerged approximately 4 years ago, painless, hard on palpation, colour as normal. Treatment of this case was hemimandibulectomy and reconstruction with bridging plate under general anaesthesia. Six weeks wiring and 3 months elastic traction was used to decrease mandible deviation as an intermaxillary fixation. Partial removable denture used to complete the treatment. Conclusion. Treatment at this case is aimed to eliminate all tumor with hemimandibulectomy and bridging plate is placed to reconstruct the mandible. The use of the intermaxillary elastic traction as an intermaxillary fixation until get the normal occlusion could be one alternative treatment to reduced mandible deviation after hemimandibulectomy.


Keywords


ameloblastoma; hemimandibulektomy; rekonstruksi mandibula; traksi elastic intermaxilla; ameloblastoma; hemimandibulectomy; mandibular reconstruction; intermaxillary elastic traction

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15538

Article Metrics

Abstract views : 1567 | views : 3300

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics