Peran Bahan Disinfeksi pada Perawatan Saluran Akar

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15427

Ema Mulyawati(1*)

(1) Departemen Ilmu Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Ada bermacam sebab kegagalan perawatan saluran akar, antara lain preparasi saluran akar yang kurang, obturasi saluran akar yang tidak adekuat dan mikoorganisme. Di antara faktor-faktor tersbeut, mikroorganisme baik yang tersisa setelah perawatan saluran akar atau yang timbul setelah obturasi saluran akar merupakan faktor utama penyebab kegagalan perawatan saluran akar. Tujuan utama perawatan saluran akar adalah mendisinfeksi saluran akar, peran dan mencegah terjadinya reinfeksi. Tujuan penulisan ini adalah untuk membahas bermacam-macam bahan disinfeksi saluran akar, peran dan manajemennya pada prosedur perawatan saluran akar. Ringkasan Pembahasan: Bahan irigasi yang ideal adalah bahan yang mempunyai sifat antimikroba, mampu melarutkan jaringan lunak atau organik, mampu melarutkan smear-layer, tegangan permukaan rendah, toksisitasnya rendah. Kesimpulan: Pemilihan dan penggunaan bahan disinfektan yang tepat mempengaruhi keberhasilan perawatan saluran akar. Sodium hipoklorit merupakan bahan disinfektan saluran akar yang utama dan tidak dapat digantikan bahan lain. Untuk mendapatkan hasil terbaik dalam perawatan saluran akar kita memerlukan empat jenis bahan disinfeksi yaitu sodium hipoklorit, EDTA, Ca(OH)2 dan chlorhexidine.

 

Background: many factors causes root cana treatment failure, such as the lack of root canal preparation, in adequate root canal obturation and miccroorganism. Of these factors, microorganism, either remaining in the root canal space after treatment or recoloring in the obturated canal system, are arguably the main cause of root canal treatment failure. The primary goals of root canal treatment are root canal disinfection and re-infectuion prevention. Purpose: The aim of this study was to discuss the various, the role and the management of root canal disinfectans on root canal treatmnet procedure. Summary of Discussion: The ideal irrigation are materials that have anti microbial properties, capable of dissolving the soft tissue or organic, capable of dissabling the smear-layer, low surface tentio, and low toxicity. Conclusion: The proper disifectant will influence the succesfull of root canal treatment. Sodium hypochlorite is the main root canal disinfectants that cannot replace with others. For the best result on root canal treatment we use four kinds of root canal disinfectans namely sodium hypochlorite, EDTA, Ca(OH)2 and chlorhexidine.


Keywords


kegagalan perawatan saluran akar; mikroorganisme; bahan disinfeksi; root canal treatment failure; microorganism; disinfectant

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15427

Article Metrics

Abstract views : 2186 | views : 26307

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics