Kandidiasis di Mulut akibat Khemoterapi dan Penatalaksanaannya

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15416

Sri Budiarti Wonso Hardjono(1*), Goeno Subagyo(2),

(1) Program Studi Ilmu Kedokteran Gigi Klinik, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(2) Departemen Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar belakang: kandidiasis (kandidosis) adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh spesies Candida biasanya Candida albicans. Faktor predisposisi yang memicu kandidiasis adalah terganggunya ekologi mulut karena antara lain pemakaian antibiotika, kortikosteroid, penyakit kronis dan keganasan, beberapa gangguan darah; terapi radiasi di leher dan kepala; khemoterapi; leukimia, obat sitotoksik, juga kebersihan mulut yang buruk. Tujuan: melaporkan kasus kandidiasis di mulut karena khemoterapi dan penatalaksanaannya. Kasus dan penatalaksanaannya: seorang anak laki-laki umur 3 tahun 11 bulan penderita Leukimia Limfoblastik Akut (LLA) sedang dalam perawatan khemoterapi menderita kandidiasis di mulut sehingga mengalami disfoni dan disfagia. Makanan dimasukkan lewat hidung. Klinis pasien terlihat lemah infus lewat tangan. Dalam mulut terlihat patch putih tebal menutupi permukaan dorsal dan ventral lidah, palatum durum dan ventral lidah, palatum durum dan molle, mukosa pipi kanan kiri dan gingiva rahang atas dan bawah. Pasien disedasi untuk dilakukan pengerokan lapisan kandida di mulut; pemberian Nystatin solution dan ketokonazol dilanjutkan. Pengerokan psedomembran kandidiasis telah memberikan hasil yang memuaskan, satu minggu kemudian rongga mulut pasien sudah terlihat bersih, pasien sudah dapat makan minum melalui mulut, juga sudah dapat berbicara lagi/tidak serah. Kesimpulan: Pembersihan jamur dengan pengerokan telah dilakukan, kandidiasis pseudomembran dapat diangkat dan mulut pasien sudah bersih, pasien dapat makan dan berbicara lagi.

 

Background: Candidiasis (candidosis) is an fungal infection caused by Candida species usually Candida albicans. Predisposing factors which trigger candidiasis are the ecological disruption caused by use of oral antibiotics, corticosteroids, malignancy and chronic disease; some blood disorders; head and neck radiation; chemotherapy; leukimia, cytotoxic drugs, as well as poor oral hygiene. Aim: To report a case of Candidiasis in the mouth due to chemotherapy and its management. Case and Management: A boy with acute lymphoblastic leukimia (ALL) aged 3 years and 11 months has being treatment of chemotherapy suffer from Candidiasis in the mouth so he can not eat, talk. Food is inserted through the nose. Clinical finding, patient seen through the hand of week infusion. In the mouth looks thick white patch covering the dorsal tongue, ventral tongue, hard palate and soft palate, cheek mucosa and gingival right, left upper and lower jaws. Under sedation the layer of pseodomembranous Candidiasis was scrabed to eliminated Candida coloni. Conclusion: The scrabing of psedomembranous candidiasis have been done, so he can speek and eat.


Keywords


kandidiasis; khemoterapi; penatalaksanaan; candidiasis; chemotherapy; management

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15416

Article Metrics

Abstract views : 122 | views : 912

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

      

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics

 

 

Creative Commons License

Majalah Kedokteran Gigi Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.