Perawatan Maloklusi Pseudo Kelas III dengan Alat Ortodontik Cekat Teknik Begg

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15414

Robertus Meidiyanto(1*), Wayan Ardhana(2)

(1) Program Studi Ortodonsia, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogykarta, Indonesia
(2) Departemen Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Maloklusi Pseudo kelas III ditandai dengan hubungan yang tidak harmonis antara relasi anteroposterior rahang dan posisi mandibula terhadap maksila. Ketidakharmonisan tersebut dapat disebabkan karena mandibula yang normal dengan maksila retrusif. Maloklusi pseudo kelas III mempunyai perhitungan yang menunjukkan bentuk antara klas I dan skeletal klas III. Perbedaanya hanya pada sudut gonial dimana pada skeletal klas III sudutnya lebih tumpul, sedangkan pada sampel pseudo klas III, sudut gonial lebih mirip dengan klas I. Perawatan ortodontik dengan alat cekat teknik Begg dapat juga untuk merawat maloklusi Angle kelas III, termasuk maloklusi skeletal yang menyertainya. Tujuan: memaparkan perubahan dental dan skeletal setelah perawatan dengan alat cekat teknik Begg. Kasus: perempuan 20 tahun mengeluhkan gigi-gigi rahang atas ada yang tumbuh di belakang dan rahang bawah nyakil sehingga menganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri. Diagnosis: Maloklusi Angle Klas III subdivisi serta hubungan skeletal klas III dengan maksila retrusif dan mandibula protusif disertai Crossbite: 12, 11, 21, 22 terhadap 34, 32,31, 41, 42, 43. Perawatan: menggunakan alat cekat teknik Begg tanpa pencabutan. Kesimpulan: Hasil menunjukkan crowded terkoreksi, overjet dan overbite terkoreksi, relasi molar menjadi klas I.

 

Background: Pseudo class III malocclusion characterized by disharmony between anteroposterior relationship of jaw and mandibulae position toward maxilla. This disharmony cause by normally shaped mandibles and underveloped maxillae. Pseudo clas III malocclusion is an intermediate form between class I and skeletal clas III malocclusion. The only exception was the gonial angle, which was generally more obtuse in the skeletal class III sample. Measurement of gonial angle in the pseudo class III sample was found to be rather similar to class I sample. Fixed Begg orthodontic appliance can be used to treat Angle’s class III malocclusion accompany with skeletal problem. Purpose: to describe dental and skeletal changes after begg fixed orthodontic. Case: 20 year old woman complained of crowded maxilla front teeth and mandible protrusion. Diagnosis: malocclusion Angle class III subdivision, skeletal class III with maxilla retruded and mandibular pronation along with anterior crossbite: 12, 11, 21, 22, to 34, 32, 31, 41, 42, 43. Treatment: using the Begg fixed appliance techniques without extraction. Conclusion: The result showed that crowded, overjet and overbite corrected, and molar relation become class I.


Keywords


Maloklusi pseudo Kelas III; teknik Begg; perawatan ortodontik pseudo klas III; pseudo class III malocclusion; Begg technique; pseudo class III orthodontic treatment

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15414

Article Metrics

Abstract views : 3047 | views : 3796

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics