Pemakain Lip Bumper pada Anak Cerebral Palsi dengan Kasus Drooling, Inkompetensi Bibir dan Kebiasaan Menggigit-gigit Bibir Bawah

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15402

Ani Subekti(1*), Indah Titien(2)

(1) Program Studi Ilmu Kedokteran Gigi Klinik, Minat Studi Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(2) Bagian Program Studi Ilmu Kedokteran Gigi Klinik, Minat Studi Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang. Anak yang menderita cerebral palsi pada umumnya mempunyai keluhan ketidakmampuan dalam pengontrolan saliva dalam rongga mulutnya. Pada kondisi tersebut penderita mengalami ketidaknormalan dalam koordinasi neuromuscular pada lidah, bibir dan pipinya, sehingga hal tersebut dapat menyebabkan drooling. Kebiasaan buruk menggigit-gigit bibir bawah yang terjadi pada anak ini menimbulkan problem inkompetensi bibir. Pendekatan perawatan myofungsional dapat meningkatkan torus otot bibir dan lidah, dan sebisa mungkin menahan posisi lidah tetap di dalam mulut dengan suatu hal yang dinamakan lip bumper. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk melaporkan bahwa pemakaian alat lip bumper dapat mengurangi drooling, inkompetensi bibir dan kebiasaan menggigit-gigit bibir bawah pada anak cerebral palsi. Kasus. Seorang anak laki-laki siswa SLB 1 Bantul dengan kelainan cerebral palsi dilakukan pemeriksaan rutin kesehatan gigi. Tampak gigi protusif dengan bibir inkompetensi. Setelah wawancara dengan pengasuh, anak tersebut mempunyai drooling yang berlebihan dan sering menggigit-gigit bibir bawah. Perawatan yang dipilih adalah menggunakan alat removabel lip bumper. Lip bumper dipakai pada siang hari selama 2 jam dan malam hari pada waktu tidur. Kesimpulan. Setelah 3 bulan terjadi pengurangan drooling, kebiasaan menggigit-gigit bibirnya hilang dan inkompetensi bibir berkurang.

 

Background. Children with cerebral palsy generally have a complaint inability to control saliva in the oral cavity. In these conditions the patient has an abnormality in neuromuscular coordination of the tongue, lips and cheeks, where it can cause drooling. Myofungsional treatment approaches can improve muscle tone lips and tongue, and as much as possible to hold the position of the tongue remains in the mouth with a tool called a lip bumper. Purpose. The purpose of this case report is to report that the use of lip bumper can reduce drooling, incompetency lips and biting his lower lip in child’s cerebral palsy. Case. A young male student SLB 1 Bantul with abnormalities of cerebral palsy do routine dental examination. He has lip incompetence and protusif. After the interview with the caregiver, the child has excessive drooling and often lower lip biting. The selected treatment is to use a lip bumper. Lip bumper used during the day for 2 hours and at night at bedtime. Conclusion. After 3 months of a reduction of drooling, lip biting missing and reduce of incompetency lips.


Keywords


drooling; menggigit-gigit bibir bawah; inkompetensi bibir; lip bumper; drooling; lower lip biting; incompetency lips; lip bumper

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15402

Article Metrics

Abstract views : 916 | views : 3519

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics