Perbandingan Inklinasi dan Ukuran Rahang antara Orang Jawa Buta dan Normal

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15396

C. Christnawati(1*)

(1) Departemen Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang. Penglihatan merupakan salah satu faktor yang diperlukan untuk mengontrol postur kepala. Postur kepala berhubungan dengan kompleks kraniofasial. Maksila dan mandibula merupakan bagian dari kompleks kraniofasial. Pada orang buta terjadi penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan daerah orbita karena tidak adanya rangsang. Tujuan Penelitian adalah untuk mempelajari perbandingan inklinasi dan ukuran rahang berdasarkan jenis kelamin antara orang Jawa buta dan normal. Metode Penelitian. Penelitian ini dilakukan terhadap 53 subjek, terdiri dari 25 orang buta ( 12 orang laki-laki dan 13 orang perempuan) dan 28 orang normal (14 orang laki-laki dan 14 orang perempuan). Setiap subjek penelitian dilakukan pengambilan sefalogram lateral pada posisi alamiah kepala, kemudian dilakukan penapakan pada kertas kalkir di atas iluminator. Pengukuran sembilan parameter inklinasi dan ukuran maksila dan mandibula dilakukan pada hasil penapakan. Data dianalisis dengan uji Anava dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang tidak bermakna (p<0,05). Panjang mandibula dan panjang basis mandibula laki-laki normal lebih besar daripada perempuan normal dan kelompok buta, serta perempuan normal lebih besar daripada perempuan buta (p<0,05). Kesimpulan Ukuran maksila laki-laki buta lebih besar daripada perempuan normal. Panjang mandibula dan panjang basis mandibula laki-laki normal lebih besar daripada perempuan normal lebih besar daripada perempuan normal, laki-laki buta, dan perempuan buta, serta perempuan normal lebih besar daripada perempuan buta.

 

Background Vision is one of the factors involved in the control of head posture. The posture of the head is related to craniofacial complex. Maxilla and mandible are part of craniofacial complex. In the blind there are deviations of growth and development of the orbital region in the absence of stimuli. The purpose of this study was to compare the inclinations and sizes of maxilla and mandible of the blind and normal Javanese subjects. Methods the research was conducted on 53 subjects, consisting of 25 blind subjects (12 men and 13 women) and 28 normal subjects (14 men and 14 women). Each subject of the research conductes on the lateral sefalogram in natural head position, then trace on tracing paper over the illuminator. In the nine-parameter measurements performed tracing inclination and size of the maxilla and mandible. Data were analyzed with two way ANOVA. The results showed that there were no significant differences (p<0.05) on the inclination of the maxillary, mandibular inclination, maxillary base length, and shape of the mandible between the blind and normal Java as well as between the sexes. The size of the blind males maxilla larger than normal females (p<0.05). the length of the mandible and the mandibular base length of the normal males larger than normal and the blind females, as wella as normal females is greater than the blind females (p<0.05). The conclusion The size of the maxilla of the blind males larger than normal females. The length of the mandible and the mandibular base length of the normal males larger than normal females, the blind males, and the blind females, as well as normal females is greater than the blind females.


Keywords


kebutaan; inklinasi maksila; inklinasi mandibula; ukuran maksila; ukuran mandibula; blindness; maxillary inclination; mandibulary inclination; maxillary size; mandibulary size

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15396

Article Metrics

Abstract views : 508 | views : 927

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics