Efektivitas Penerapan Biosekuriti di Feedlot Lembu Setia Abadi Jaya Tangerang
Dyka - Damayati(1*), Cahyo Wibisono(2), Dyah Ayu Widiasih(3), Yatri Drastini(4)
(1) Universitas Gadjah Mada
(2) 1Program Studi Magister Sains Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada
(3) Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada
(4) Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author
Abstract
Biosekuriti merupakan tindakan pertahanan pertama untuk pengendalian wabah dan dilakukan untuk mencegah semua kemungkinan penularan/kontak dengan ternak tertular sehingga rantai penyebaran penyakit dapat diminimalkan. Penerapan biosekuriti yang merupakan pertahanan awal pengendalian wabah dengan komponen utama isolasi, kontrol lalu lintas dan sanitasi, pada pertengahan 2022, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali muncul di Indonesia setelah 3 dekade bebas dari penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biosekuriti feedlot. Penelitian ini dilakukan di feedlot Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) yang merupakan perusahaan penggemukan sapi impor dari Australia berkapasitas Instalasi Karantina Hewan (IKH) sebanyak 1800 ekor berdiri sejak 2009. Pada penelitian ini akan menggunakan 3 data mortalitas dan morbiditas yaitu, data sebelum terjadi wabah PMK, data saat terjadi wabah PMK dan yang ketiga adalah data ketika feedlot sudah siap menghadapi wabah PMK dengan meningkatkan biosekuriti. Selama masa penelitian akan dilampirkan pula sapi sakit beserta penanganannya, apabila terdapat sapi potong paksa atau mati akan dilampirkan hasil investigasi kejadian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan sebelum adanya wabah PMK biosekuriti yang diterapkan pada feedlot LSAJ belum terlalu ketat seperti wabah PMK sehingga tingkat kejadian PMK sebelum biosekuriti ketat diterapkan meningkat secara signifikan. Deteksi dini yang dilakukan sebagai respons yang tepat dan cepat dalam feedlot LSAJ terhadap wabah PMK, hal ini menunjukkan pengetatan biosekuriti berpengaruh pada kejadian PMK dan secara statistic dilakukan uji Chi-Square didapatkan mendapatkan hasil nilai sig. 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan antara keadaan biosekuriti sebelum pengetatan dan setelah ada pengetatan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arzt J., Juleff N., Zhang Z., and Rodriguez L.L. (2011). The pathogenesis of foot-and-mouth disease I: viral pathways in cattle. Transbound. Emerg. Dis. 2011;58:291–304.. Dirjen PKH,. (2022). https://ditjenpkh.pertanian.go.id/berita/1491-standar-operasional-prosedur-sop-pencegahan-penyebaran-penyakit-mulut-dan-kuku-pmk-di-perusahaan-peternakan, Mei 2022, diakses 13 Desember 2022. Food and Agriculture Organization (FAO). (2022). Foot and Mouth Disease: Quarterly Report-April_June 2022. Rome: ISBN 978-92-5-136750. Manyweathers, J., Maru, Y., Hayes, L., Loechel, B., Kelly, J., Felton, S., El Hassan, M., Kruger,H., Woodgate, R., and Hernandez-Jover, M. (2022). Foot-and-mouth disease ready? How co-creation of and participation in knowledge development and sharing can transform relationships between livestock producers and other animal health stakeholders- an Australian case study. Journal of Science Communication. 21, 18. Naipospos. 2014. Potensi Dampak Ekonomi apabila terjadi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku di Indonesia. Simulasi Kesiagaan Darurat Veteriner Indonesia se-Bali, Nusa Tenggara Baratt & Nusa Tenggara Timur Mataram. Sudarsono, R. P. E. (2022). Kajian Epidemiologi Kejadian Diduga Penyakit Mulut dan Kuku di Kabupaten Lamongan. Journal of Basic Medical Veterinary Vol 11, 56-63. Silitonga, R., Soejoedono, R.D., Latif, H., and Sudarnika, E. 2016. Ancaman Masuknya Virus Penyakit Mulut dan Kuku Melalui Daging Ilegal di Entikong, Perbatasan Darat Indonesia dan Malaysia. Jurnal Sain V eteriner. 34(2). Tawaf, R. (2017). Dampak Sosial Ekonomi Epidemi Penyakit Mulut dan Kuku terhadap Pembangunan Peternakan di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Agroinovasi Spesifik Lokasi Untuk Ketahanan Pangan Pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Young J. R, Suon S, Olmo L, Bun C, Hok C, Ashley K, Bush RD, Windsor PA. (2022). Investigation of smallholder farmer biosecurity and implications for sustainable foot-and-mouth disease control in Cambodia Wiyono, T.H. (2016). Standar Operasional Procedure PT Lembu Setia Abadi Jaya. PT LSAJ. Tangerang.
Article Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Jurnal Sain Veteriner

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Sain Veteriner Indexed by
Copyright of JSV (Jurnal Sain Veteriner) ISSN 0126-0421 (print), ISSN 2407-3733 (online).
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada
Jl. Fauna No.2, Karangmalang, Yogyakarta
Phone: 0274-560862
Fax: 0274-560861
Email: jsv_fkh@ugm.ac.id
HP. 0895363078367
Jurnal Sain Veteriner is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










