Tingkat Morbiditas dan Mortalitas African Swine Fever pada Peternakan Rakyat di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

https://doi.org/10.22146/jsv.75422

Korbinianus Feribertus Rinca(1), Elisabeth Yulia Nugraha(2), Yohana Maria Febriski Bollyn(3), Maria Tarsisia Luju(4), Hendrikus Demon Tukan(5), Wigbertus Gaut Utama(6*)

(1) UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA SANTU PAULUS RUTENG
(2) UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA SANTU PAULUS RUTENG
(3) UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA SANTU PAULUS RUTENG
(4) UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA SANTU PAULUS RUTENG
(5) UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA SANTU PAULUS RUTENG
(6) UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA SANTU PAULUS RUTENG
(*) Corresponding Author

Abstract


African Swine Fever (ASF) merupakan penyakit menular dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi yang menyerang ternak babi, baik ternak babi domestik maupun babi liar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat mobiditas dan mortalitas African Swine Fever pada Peternakan Rakyat yang tersebar di 12 Kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder ternak babi yang sakit dan mati akibat virus ASF. Penentuan status infeksi ASF melalui pemeriksaan sampel melalui metode polymerase chain reaction (PCR) yang dilakukan di Balai Besar Veteriner Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morbiditas dan mortalitas pada ternak babi yang terinfeksi ASF mengalami peningkatan dari tahun 2020 hingga 2021. Morbiditas atau tingkat kesakitan secara menyeluruh meningkat dari 1,67 % di tahun 2020 menjadi 3,86% di tahun 2021. Penyebab tingginya morbiditas ASF di Kabupaten Mangarai Barat antara lain masyarakat belum memahami penerapan biosekuriti yang ketat, sistem pemeliharaan masih secara tradisonal, populasi babi liar yang tidak teridentifikasi dan personal. Mortalitas atau tingkat kematian secara menyeluruh meningkat dari 1,36 % di tahun 2020 menjadi 3,37% di tahun 2021. Penyebab meningkatnya mortalitas antara kurangnya pengetahuan masyarakat tentang transmisi penyakit, gejala klinis penyakit, sumber infeksi penyakit, dan pencegahan penyakit. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, peningkatan kasus ASF di Kabupaten Manggarai Barat disebabkan oleh peternak itu sendiri. Oleh karena itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan perlu melakukan edukasi dan pemberdayaan kepada peternak di Kabupaten Mangggarai Barat agar lebih memahami ASF sehingga angka morbiditas dan mortalitas menurun.


Keywords


Moleculer dan Konvensional Dignosa Parasitologi dan Mikrobiologi

Full Text:

PDF


References

Adiwinata, P. D., Agustina, K. K., dan Sukada, I. M. (2022). Celup Kaki Tanpa Disinfektan adalah Faktor Risiko Paling Tinggi Menyebabkan Babi Mati Mendadak pada Peternakan di Gianyar, Bali. Indonesia Medicus Veterinus. 11(1): 39-48. Alkhamis, M. A., Gallardo, C., Jurado, C., Soler, A., Arias, M., and Sánchez-Vizcaíno, J. M. (2018). Phylodynamics and Evolutionary Epidemiology of African Swine Fever p72- CVR Genes in Eurasia and Africa. PLoS One. 13(2):1–18. Amass, S., and Ragland, D. (2001). Evaluation of the Efficacy of a peroxygen Compound, Virkon (R) S, as a Boot Bath Disinfectant. Journal of Swine Health and Production. 9(3):121-123. Arias, M. and Sánchez-Vizcaíno, J. M. (2002). African Swine Fever Eradication: The Spanish Model. Ames. 4(3) : 133-139. Asembe, A., Sackey, A. K. B., and Tekdek, L. B. (2019). Sanitary Measures in Piggeries, Awareness, and Risk Factors of African Swine Fever in Benue State, Nigeria. Tropical Animal Health and Production. 51(4):997-1001. Beltran-Alcrudo, D., Arias, M., Gallardo, C., Kramer, S. A., and Penrith, M. L. (2017). African swine fever (ASF) Detection and Diagnosis-A Manual for Veterinarians. FAO Animal Production and Health Manual. 19thEd. FAO, Rome. Beltran-Alcrudo, D. B., Falco, J. R., Raizman, E., and Dietze, K. (2019). Transboundary Spread of Pig Diseases: The Role of International Trade and Travel. BMC Veterinary Research. 15 (1) :1-14. Chenais, E., Boqvist, S., Emanuelson, U.,von Brömssen, C., Ouma, E., Aliro, T., Masembe, C., Ståhl, K., and Sternberg-Lewerin, S. (2017). Quantitative Assessment of Social and Economic Impact of African Swine Fever Outbreaks in Northern Uganda. Preventive Veterinary Medicine 144 : 134–48. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat. 2022. Laporan data Kematian Ternak Akibat ASF Tahuan (2020-2021). Dione M, Ouma, E. A., Roesel, K., Kungu, J., Lule, P., dan Pezo, D. (2014). Participatory Assessment of Animal Health and Husbandrypractices in Smallholder Pig Production Systems in Three Highpoverty Districts in Uganda. Preventive Veterinary Medicine. 117(3-4):565-76. de Carvalho Ferreira, H. C., Backer, J. A., Weesendorp, E., Klinkenberg, D., Stegeman, J. A., and Loeffen, W. L. A. (2013). Transmission Rate of African Swine Fever Virus Under Experimental Conditions. Veterinary Microbiology. 165(3–4):296– 304. Ditjen Perernakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI. (2020). Cegah Penyebaran Kasus, Kementan Petakan Kasus Kematian Babi di NTT. Diakses tanggal 19 Mei 2022. Fasina, F. O., Kissinga, H., Mlowe, F., Mshang’a, S., Matogo, B., Mrema, A., Mhagama, A., Makungu, S., Mtui-Malamsha, N., and Sallu, R. (2020). Drivers, Risk Factors and Dynamics of African Swine Fever Outbreaks, Southern Highlands, Tanzania. Pathogens. 9(3):1–18. Galindo, I., and Alonso, C. (2017). African Swine Fever Virus: A Review. Viruses 9(5) : 103 (1-10). Kim, Y., Yang, M., Goyal, S. M., Cheeran, M. C. J., and Torremorell, M. (2017). Evaluation of Biosecurity Measures to Prevent Indirect Transmission of Porcine Epidemic Diarrhea Virus. BMC Veterinary Research. 13(89): 1-9. Mebus, C. A. (2020). African Swine Fever. Advances in Virus Research. 35(C):251–269. Mellor, P.S., Kitching, R.P., and Wilkinson, P.J. (1987). Mechanical Transmission of Capripox Virus and African Swine Fever Virus by Stomoxys calcitrans. Research in Veterinary Science. 43(1) :109–112. Montgomery, E. (1921). On a Form of Swine Fever Occurring in British East Africa (Kenya colony), Journal Comparative Pathology Therapeutic. 34 (3) :159-191. Nantima, N., Ocaido, M., Ouma, E., Davies, J., Dione, M., Okoth, E., Mugisha, A., and Bishop, R. (2015). Risk Factorn Associated with Occurrence of African Swine Fever Outbreaks in Smallholder Pig Farms in Four Districts Along the Uganda-Kenya Border. Tropical Animal Health and Prodution. 47 (3):589-595. Office International Epizooties. (2019). Global Situation of African Swine Fever : World Organisation for Animal Health: Paris, France, 2020. Retrieved May 19, 2016, from: http://www.gf-tads.org/. Office International Epizooties. (2020). Global Situation of African Swine Fever: World Organisation for Animal Health: Paris, France, 2020. Retrieved May 19, 2016, from: http://www.gf-tads.org/. Ouma, E., Dione, M., Birungi, R., Lule, P., Mayega, L., and Dizyee, K. (2018). African Swine Fever Control and Market Integration in Ugandan Peri-Urban Smallholder Pig Value Chains: An ExAnte Impact Assessment of Interventions and Their Interaction. Preventive Veterinary Medicine. 151: 29–39. Penrith, M. L., and Vosloo, W. (2009). Review of African Swine Fever: Transmission, Spread and Control. Journal of The South African Veterinary Association. 80(2):58-62. Penrith, M. L. (2013). History of “Swine Fever” in Southern Africa. Journal of The South African Veterinary Association. 84(1) :1-6. Penrith, M.L. (2020). Current Status of African Swine Fever. CABI Agricultural Bioscience.1 (11) : 1–26. Pora, J.F.T.L., Koanak, S. J., Nawa, Y. V., Amleni, L.D., Daki, A. N., Nadja, Y. R., Dhiu, D.T., Jo, M.G. M., Cantona, M.H., Wuri, D.A., Detha, A. I. R., Toha, L.R.W., dan Kallau, N. H. G. (2021).Upaya Pencegahan Penyebaran African Swine Fever di Nusa Tenggara Timur. Media Tropika: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 1 (1) :74-80. Primatika, R. A., Sudarnika, E., Sumiarto, B., dan Basri, C. (2021). Tantangan dan Kendala Pengendalian African Swine Fever (ASF). Jurnal Sain Veteriner. 39(1): 62-72. Sanchez-Vizcaıno, J.M., Mur, L., Gomez-Villamandos, J.C., and Carrasco, L. (2015). An Update on the Epidemiology and Pathology of African Swine Fever. Journal Compartive Pathology. 152 (1) 9–21. Sánchez, E. G., Pérez-Núñez, D., and Revilla, Y. (2019). Development of Vaccines Against African Swine Fever Virus. Virus Reseach. 265:150–155. Sawo, K. (2020). Klasifikasi Sturuktur Populasi Ternak Babi di Kelurahan Nabarua Distrik Nabire. Para-Para. 1 (2) : 78-83. Sendow, I., Ratnawati A., Dharmayanti, N.L.P.I dan Saepulloh, M. (2020). African Swine Fever: Penyakit Emerging yang Mengancam Peternakan Babi di Dunia. Wartazoa. 30 (1) : 15-24. Timothee, V., Mathieu, A., Sarah, B., Nick, D. R., Marc, D., Johanna, F., Florence, E., Mutien-Marie, G., Ferran, J., Laetitia, L., Frederique, M., Elsa, Q., Claude, S., Laurence, V., and Emilie, B. (2020). Mechanical Transmission of African Swine Fever Virus by Stomoxys Calcitrans: Insights from A Mechanistic Model. Transboundary and Emerging Diseases. 68(3): 1541-1549. Wea, E. D. N., Luruk, M. Y., dan Lole, U. R. (2020). Strategi Pengembangan Usaha Ternak Babi Program Perak di Kabupaten Ngada. Jurnal Peternakan Indonesia. 22 (2): 218-227. Zhou, X., Li, N., Luo, Y., Liu, Y., Miao, F., Chen, T., Zhang, S., Cao, P., Li, X., and Tian, K. (2018). Emergence of African Swine Fever in China. Transboundary and Emerging Disease. 65(6): 1482–1484.



DOI: https://doi.org/10.22146/jsv.75422

Article Metrics

Abstract views : 794 | views : 1568

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2023 Jurnal Sain Veteriner

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Sain Veteriner Indexed by

    CrossrefROADCOREProduct DetailsDESKRIPSI GAMBAR


Copyright of JSV (Jurnal Sain Veteriner) ISSN 0126-0421 (print), ISSN 2407-3733 (online).

Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No.2, Karangmalang, Yogyakarta

Phone: 0274-560862

Fax: 0274-560861

Email: jsv_fkh@ugm.ac.id

HP. 0895363078367

Jurnal Sain Veteriner is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

free
web stats View My Stats