Potensi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L. sebagai Sumber Pengobatan Skabies pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus)
Nur Jannah Permata Surya(1), Muhammad Arif Nugroho(2), Aretta Safa Andita(3), Farid Firnanda Kurniyawan(4), Nuril Qolbi Safitri(5), Fajar Budi Lestari(6), Hendro Sukoco(7), Lukman La Basy(8), Fathur Rohman Haryadi(9*)
(1) Diploma Kesehatan Hewan, Sekolah Vokasi UGM
(2) Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(3) Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(4) Fakutas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(5) Fakutas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(6) Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(7) Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Sulawesi Barat, Indonesia
(8) Program Studi Farmasi, Stikes Maluku Husada, Maluku, Indonesia
(9) Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author
Abstract
Skabies pada kelinci yang disebabkan oleh infestasi Sarcoptes scabiei berdampak terhadap kesejahteraan hewan dan produktifitas. Pengobatan berbahan kimia berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbahan alami. Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antiparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dalam pengobatan skabies pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan 35 sampel luka skabies pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Pemeriksaan mikroskopis kerokan kulit pada kelinci yang menunjukkan gejala klinis skabies untuk memastikan infestasi tungau Sarcoptes scabiei. Skabies kelinci dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, kemudian kelompok yang mendapat ekstrak daun sirsak konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%, perlakuan diberikan setiap hari selama tujuh hari. Pengamatan dan parameter keberhasilan pengobatan skabies berdasarkan derajat scoring dari 3 parameter perubahan klinis kulit yang terdiri dari pertumbuhan rambut, keropeng, penebalan dan lipatan kulit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun sirsak memiliki efek penyembuhan pada skabies kelinci (Oryctolagus cuniculus).
Full Text:
PDFArticle Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Jurnal Sain Veteriner

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Sain Veteriner Indexed by
Copyright of JSV (Jurnal Sain Veteriner) ISSN 0126-0421 (print), ISSN 2407-3733 (online).
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada
Jl. Fauna No.2, Karangmalang, Yogyakarta
Phone: 0274-560862
Fax: 0274-560861
Email: jsv_fkh@ugm.ac.id
HP. 0895363078367
Jurnal Sain Veteriner is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









