Potensi Imunologi Serbuk Umbi Tanaman Sarang Semut (Myrmecodia tuberose) Terhadap Tikus Wistar yang Diinduksi Streptozotocin

https://doi.org/10.22146/jsv.34664

Imron Rosyadi(1*), Bambang Hariono(2)

(1) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada
(2) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat penurunan kadar hormon insulin yang diproduksi kelenjar pankreas. Banyak obat alternatif yang digunakan untuk mengatasi maupun mencegah penyakit diabetes melitus, salah satunya adalah umbi tanaman Sarang Semut (Myrmecodia tuberose) yang mengandung senyawa polisakarida tinggi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serbuk umbi tanaman Sarang Semut (Myrmecodia tuberose.) terhadap kadar dan respon imun tikus Wistar  yang diinduksi streptozotocin.

Tikus yang digunakan adalah tikus Wistar sebanyak 25 ekor jantan, umur sekitar 2 bulan, dengan berat badan 180-250 gram. Tikus dibagi 5 kelompok secara acak masing-masing  5 ekor. Tikus kelompok I, II dan III dibuat diabetes dengan induksi dosis tunggal streptozotocin intraperitoneal 40 mg/kg bb yang dilarutkan dalam buffer sodium sitrat 0,1 M. Tikus diabetes kelompok I diterapi dengan serbuk umbi tanaman Sarang Semut dosis A (18 mg/200 g bb/tikus/ekor/hari/PO) selama 21 hari dan tikus diabetes  kelompok II diterapi dengan serbuk umbi tanaman Sarang Semut dosis B (9 mg/200 g bb tikus/ekor/hari/PO) selama 21 hari. Tikus diabetes kelompok III diberi perlakuan 0,5 mL NaCl fisiologis/200 g bb tikus/ekor/hari/PO selama 21 hari sebagai kontrol positif diabetes. Kelompok IV diberi serbuk umbi tanaman Sarang Semut dosis A (18 mg/200 g bb tikus/ekor/hari/PO) selama 21 hari untuk mengetahui efek dari Sarang Semut itu sendiri.  Kelompok V diberi perlakuan 0,5 mL NaCl fisiologis/200 g bb tikus/ekor/hari/PO) selama 21 hari sebagai kontrol negatif. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke-0, 7, 14 dan 21 terhadap setiap kelompok tikus. Di akhir penelitian, dilakukan uji respon imunologik terhadap fungsi leukosit yaitu uji lazy leucocyte syndrome.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk umbi Sarang Semut mampu menurunkan kadar glukosa darah, memperbaiki fungsi imunologik leukosit.  Pemberian serbuk Sarang Semut dosis A (18 mg/200 g bb tikus/ekor/hari/PO) memperlihatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dosis B (9 mg/200 g bb tikus/ekor/hari/PO). Disimpulkan bahwa serbuk umbi Sarang Semut memiliki potensi sebagai antidiabetes melitus dan mampu meningkatkan respon imunologik.


Keywords


Sarang Semut

Full Text:

PDF


References

Ahkam. 2006. Sarang Semut (Myrmecodia pendans) dalam Macam Sediaan untuk Diabetes Melitus.6:12-20.

Akbarzadeh, A. 2007. Induction of Diabetes by Streptozotocin in Rats. Indian Journal of Clinical Biochemistry 22 (2):60 – 64.

Barta, O. 1993. Veterinary Clinical Immunology Laboratory. United State of America. BAR-LAB,inc. B3:pp.3-4.

Hall, M.W. 1997. Endokrinologi. Percetakan Angkasa Offset, Bandung. hal. 37.

Hariono, B. 2013. Efek Jus Batang Brotowali terhadap Gambaran Hematologik Rutin dan Histopatologik Organ Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Aloxan. Fakultas Kedokteran Hewan: Yogyakarta. hal.20-30

Johnston C. L.W. 1997. Infection and Diabetes Mellitus. In: Texbook of Diabetes, Volume 2, 2nd Ed. Edited by John Pickup and Gareth Williams, Blackwell Science Ltd, Oxford. pp.70.1 – 70.14.

Lomondo, D. 2014. Mekanisme Antioksidan Tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia pendans) Menurunkan Gangguan Spermatogenesis Tikus Putih (Rattus novergicus) Yang Terpapar Plumbum. Universitas Airlangga, Surabaya. pp.5-10

Miller, M.E. and Baker L. 1997. Leukocyte Function in Juvenile Diabetes Mellitus : Humoral and Cellular Aspect. Journal of Pediatric. 81 : 984.

Mutiana, J. P. 2011. Pengaruh Pemberian Infusa Tumbuhan Sarang Semut (Hydnophytum formicarum) terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus (Rattus norvegicus) Diabetes Terinduksi Aloksan. Majalah Kesehatan Pharma Medika 3(1):35-40.

Oraby, F.S., Farrag, A.R.H., Khalil, M.Y., Hussein, J.S. and Ej-Soud, N.H.A. 2008. Hypoglisemic Effect of Selected Herbal Extracts on STZ Induced Diabetic Rat. Journal of Applied Sciences Research. 2:50-57.

Shidham VB and Swami VK. 2000. Evaluation of Apoptotic Leukocytes in Peripheral Blood Smears. Arch.Pathol. Lab. Med.124. pp. 1291–1294

Smith, J.B. dan Mangkoewidjojo, S. 1988. Pemeliharaan, Pembiakan, dan Penggunaan Hewan Percobaan di daerah Tropis. UI-Press, Jakarta. hal.37-39.

Soetmadji, D. 1996. Fungsi Leukosit. Dalam: Noer, S., Waspadji, S., Rachman, L.A., Widodo, D., Isbagio, H., Alwi, I., dan Husodo, U., (eds). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi ke-3. Balai Penerbit FKUI, Jakarta. hal.685-689.

Stockham, S. L., Scott, M. A. 2008. Fundamentals of Veterinary Clinical Pathology 2nd Ed. Blackwell Publishing Professional. USA. pp 120-121.

Subroto, A., dan Saputro, H. 2008. Gempur Penyakit dengan Sarang Semut. Penebar Swadaya, Jakarta. hal.11-32.

Taebe, B. 2012. Uji Efek Hipoglikemik Kombinasi Ekstrak Etanol Propolis dan Ekstrak Etanol Sarang Semut (Myrmecodia pendans Merr & Perry) pada Mencit (Mus musculus). Majalah Farmasi dan Farmakologi. 16(3):151–158.

Thay, T.H. dan Rahardja, K. 1991. Obat-obat Penting. Edisi ke-4. Dirjen POM, Depkes, R.I., Jakarta. hal.586-589.

Triana, H., Sumardi dan Ediati S. 2013. Ant Plant (Myrmecodia Tuberosa) Hypocotyl Extract Modulates Tcd4+ and Tcd8+ Cell Profile of Doxorubicin-Induced Immune-Suppressed Sprague Dawley Rats In Vivo. Science Pharmacology. 81(3):1057–1069.

Weiss, D. J. and Wardrop, K. J. 2010. Schalm’s Veterinary Hematology 6th Ed. Willey-Blackwell. USA. pp. 36, 123, 153, 854, 856.

Wilson R. M. 1994. Infections and Diabetes. In: Chronic Complications of Diabetes. Edited by John C.Pickup & Gareth Williams, Blackwell Scientific Publications, Oxford, pp.282-288.

Zimmerman, J. 1978. Hepatotoxicity. Appleton century Crofts, New York. pp.236-237.



DOI: https://doi.org/10.22146/jsv.34664

Article Metrics

Abstract views : 1126 | views : 1040

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Sain Veteriner

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Sain Veteriner Indexed by

  CrossrefROADCOREDimensions  JournalTOCs   


Copyright of JSV (Jurnal Sain Veteriner) ISSN 0126-0421 (print), ISSN 2407-3733 (online).

Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No.2, Karangmalang, Yogyakarta

Phone: 0274-560862

Fax: 0274-560861

Email: jsv_fkh@ugm.ac.id

Jurnal Sain Veteriner is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

free
web stats View My Stats