Deteksi dan Identifikasi Cemaran Virus Avian Influenza pada Pasar Tradisional di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh

https://doi.org/10.22146/jsv.17920

Teuku Zahrial Helmi(1*), Rika Yulisma(2), Budianto Panjaitan(3), Charles Rangga Tabbu(4), Aris Haryanto(5)

(1) Laboratorium Biokimia, Fakultas Kedokteran Hewam, Universitas Syiah Kuala, Aceh
(2) Laboratorium Veteriner, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan, Provinsi Aceh
(3) Laboratorium Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Aceh
(4) Laboratorium Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, UGM
(5) Laboratorium Biokimia, Fakultas Kedokteran Hewan, UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini dirancang untuk mendeteksi keberadaan virus AI pada beberapa titik kritis, yaitu unggas, kandang penampungan sementara, tempat pemotongan dan penjualan karkas, dan mengidentifikasi subtipe virus AI pada beberapa pasar tradisional di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh, Propinsi Aceh. Sampel swab diambil secara acak (random) dari empat pasar di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh, Propinsi Aceh, yaitu pasar Lambaro, Ketapang, Ulekareng dan Peunayong, dan dipoolkan. Satu pool sampel berisi 1 sampai 5 swab yang dikelompokkan berdasarkan pedagang, jenis unggas, dan titik kritis cemaran AI. Jumlah
total sampel yang diambil adalah 314 swab, yang terdiri dari swab trakea unggas hidup, kandang penampungan, meja tempat pemotongan, dan karkas, kemudian dikelompokkan dalam 121 pool. Isolasi virus AI kedalam telur ayam bertunas (TAB), pemeriksaan secara serologis (uji HA/HI), dan identifikasi molekuler (metode RT-PCR) di lakukan di bagian Virologi Laboratorium Veteriner, dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Provinsi Aceh, dan Laboratorium Riset Terpadu Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Analisis hasil pemeriksaan serologis dan identifikasi molekuler virus AI dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil
isolasi virus pada TAB menunjukkan bahwa embrio mengalami kematian pada 1 hari setelah di infeksikan dengan material virus dari sampel swab yang berasal dari pasar Lambaro Kabupaten Aceh Besar, dan titer antibodi terhadap virus AI hanya terdeteksi pada itik dan ayam pedaging yang berkisar antara 24 sampai dengan 27. Dari hasil serologis tersebut dilanjutkan dengan pemeriksaan RT-PCR. Berdasarkan hasil uji RT-PCR menggunakan primer spesifik terhadap gen M, H5, dan N1 diperoleh virus AI yang bersirkulasi pada unggas di pasar Lambaro tergolong subtipe H5N1. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa diantara beberapa titik kritis
cemaran virus AI di pasar tradisional, unggas hidup (itik dan ayam pedaging) yang berada dalam kandang penampungan sementara merupakan potensial penyebaran virus AI ke lingkungannya.

Keywords


Avian Influenza, H5N1, pasar traditisional, titik kritis cemaran, uji serologis, RT-PCR.

Full Text:

PDF


References

Daftar Pustaka

Anonim, (2006). Laporan Hasil Penelitian Kajian

Epidemiologi Penyebaran Avian Influenza

Virus pada Pasar Unggas Tradisional Di

Nanggroe Aceh Darussalam. Tim Fakultas

Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala.

Banda Aceh.

Antara, I.M.S., Suartha, I.N., Wiryana, I.K.S.,

Sukada, I.M., Wirata, I.M., Prasetya, I.G.N.,

Dewi, N.M.R.K., Sari, I.M., dan Mahardika,

I.G.N.K. (2009). Pola Distribusi Unggas dari

Pasar Tradisional Berperan dalam Penyebaran

Virus Flu Burung. Jurnal Veteriner. 10 (2) :

-110.

Basri, C., Sunandar., Noor, G.M.S. dan Jatikusumah

A. (2008) Karakteristik Sistem Pemeliharaan

Teuku Zahrial Helmi et al.

Ayam di Tempat Penampungan Ayam di

Provinsi DKI Jakarta dan Risiko Penularan

Vi r u s Av i a n I n f l u e n z a . D i d a l a m :

Priosoeryanto BP, editor. Proceeding of 10th

National Veterinary Scientific Conference of

Indonesian Veterinary Medical Association;

Bogor, 19-22 Agust 2008. Jakarta :

Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Hal.

-304.

Darminto. (2008). Perkembangan Teknologi

Pengendalian Penyakit Avian Influenza. Balai

Besar Penelitian veteriner, Bogor.

Dharmayanti, N.L.P.I., Hartawan, R., Hewajuli,

D . A . , H a r d i m a n . , Wi b a w a , H . d a n

Pudjiatmoko. (2013). Karakteristik Molekuler

dan Patogenesitas Virus H5N1 Clade 2.3.2 Asal

Indonesia. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner

, 99-113.

Dharmayanti, N.L.P.I. (2005). Analisys of HA1

Gene Fragment of Avian Influenza Virus that

Infected Breeding Farm in Early 2004 and 2005

in Sukabumi District. Jurnal Mikrobiologi

Indonesia 10, 86-90.

Dharmayanti, N.L.P.I. (2011). Variasi Genetik pada

Protein Internal Matrix (M1) dan Non

Struktural (NS1) Virus Avian Influenza Subtipe

H5N1 asal Indonesia. Jurnal Ilmu Ternak dan

Veteriner 16, 71-81.

Haryanto, A., Krisanti, B., Irianingsih, S.H. and

Yudianingtyas, D.W. (2012). Molecular

diagnosis of avian influenza virus type A

and subtype H5 by amplification of its M

and H5 genes using one step simplex RTPCR

based on. Jurnal Veteriner 13 (2), 92-

Haryanto, A., Irianingsih, S,H., Yudianingtyas,

D.W., Wijayanti, N. and Budipitojo, T. (2013).

Single step multiplex RT-PCR for detection

and differential diagnosis of avian

influenza, newcastle disease and infectious

bursal disease viruses in chicken. Int. Res. J.

Biotechnol. 4, 34-39.

Helmi, T.Z., Widayanti, R. dan Haryanto, A., (2014).

Penentuan Subtipe Virus Avian Influenza

Dengan Metode Single Step Multiplex Reverse

Transcriptase-Polymerase Chain Reaction

(RT-PCR) Isolat Asal Provinsi Aceh. Jurnal

Kedokteran Hewan. Vol, 8 (1).

Hulse-Post, D.J., Sturm-Ramirez, K.M., Humberd,

J., Seiler, P., Govorkova, E.A., Krauss, S.,

Scholtissek, C., Puthavathana, P., Buranathai,

C., Nguyen, T.D., Long,H.T., Naipospos,

T.S.P., Chen, H., Ellis, T.M., Guan, Y., Peiris,

J.S.M., dan Webster, R.G. (2005) Role of

Domestic Ducks in the Propagation and

ni, R., Samaan, G., Gultom, A., Loth, L.,

Indryani, S., Adjid, R.M.A., Dharmayanti,

N.L.P.I., Weaver, J., Mumford, E., Lokuge, K.,

Kelly, P.M. and Darminto. (2010).

Environmental Sampling for Avian Influenza

Virus A (H5N1) in Live- Bird Markets,

Indonesia. Emerging Infectious Diseases 16,

-1895.

Invitrogen, 2006. PureLink™ Micro-to-Midi Total

R N A P u r i f i c a t i o n S y s t e m .

http://tools.thermofisher.com/content/sfs/

manuals/purelink_micro_midi_rna_man.p

df. (diakses 29 Februari 2010).

Jaelani, A. (2008) Peran Sentral Pasar Unggas

d a l a m P e n y e b a r a n A I .

http://infovet.blogspot.com/2008/08/.

(diakses 24 Februari 2010).

Lee, M.S., Chang, P.C., Shien, J.H., Cheng, M.C.

and Shieh, H.K. (2001). Identification and

subtyping of avian influenza viruses by reverse

transcription-PCR. J. Virol. Methods. 97: 13-

Mahardika, I.G.N.K., Suartha, I.N., Suardana,

I.B.K. dan Kencana, I.G.A. (2008).

Perbandingan Sekuens Konsensus Gen

Hemaglutinin Virus Avian Influenza Subtipe

H5N1 Asal Unggas di Indonesia dengan

Subtipe H5N2 dan H5N9. Jurnal Veteriner

Nguyen, D.C., Uyeki, T.M., Jadhao, S., Maines, T.,

Shaw, M., Matsuoka, Y., Smith, C., Rowe, T.,

Lu, X., Hall, H., Xu, H., Balish, A., Klimov, A.,

Tumpey, T.M., Swayne, D.E., Huynh,

L.P.T.,Nghiem, H.K., Nguyen, H.H.T., Hoang,

L.T., Cox, N.J., dan Katz, J.M. (2005). Isolation

and Characterization of Avian Influenza

Biological Evolution of Highly Pathogenic

H5N1 Influenza Viruses in Asia. PNAS 102

(30) :10682–10687.

Indria

Deteksi dan Identifikasi Cemaran Virus Avian Influenza

Viruses, Including Highly Pathogenic H5N1,

from Poultry in Live Bird Markets in Hanoi,

Vietnam, in 2001. J Virol, 79 (7): 4201–4212.

Office International des Epizooties (OIE), (2012)

Manual of Standards for Diagnostik Tests and

Vaccines. OIE, Paris. p. 212 –219.

Soejoedono, R.D. dan Handharyani, E. (2005) Flu

Burung. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sturm-Ramirez, K.M., Hulse-Post, D.J.,

Govorkova, E.A., Humberd, J., Seiler, P.,

Puthavathana, P., Buranathai, C., Nguyen, T.D.,

Chaisingh, A., Long, H.T., Naipospos, T.S.,

Chen, H., Ellis, T.M., Guan, Y., Peiris, J.S., dan

Webster, R.G. (2005) Are Ducks Contributing

to the Endemicity of Highly Pathogenic H5N1

Influenza Virus in Asia. J Virol, 79(17):11269-

Suartha, I.N., Antara, I.M.S., Wiryana,I.K.S.,

Sukada, I.M., Wirata, I.W. Dewi, N.M.R.K. dan

IGNK Mahardika. (2010). Peranan Pedagang

Unggas dalam Penyebaran Virus Avian

Influenza. Jurnal Veteriner 11, 220-225.

Swayne, D.E. 2008. Epidemiology of Avian

Influenza in Agricultural and Other Man-Made

Systems. In: Avian Influenza. DE Swayne (Ed),

-85. Blackwell Publising. Iowa.

Swayne, D.E. and Suarez, D.I. (2000). Highly

Pathogenic Avian Influenza. Rev Science Tech,

:643-468.

Tabbu, C. R. (2000). Penyakit Ayam dan

Penanggulangannya. Penyakit Bakterial,

Mikal, dan Viral. Kanisius, Yoyakarta.

Webster, R.G., dan Hulse, D.J., (2004). Microbial

Adaptation and Change: Avian Influenza.

R e v i e w S c i e n c e Te c h n o l o g y. O f f i c e

International Epizootic., 23 (2): 453-465.

Wibawa, H., Prijono, W.B., Dharmayanti, N.L.P.I.,

Irianingsih, S.H., Miswati, Y., Rohmah, A.,

Andesyha, E., Romlah., Daulay, R.S.D. dan

Safitria, K. (2012). Investigasi Wabah Penyakit

pada Itik di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa

Timur: Identifikasi Sebuah Clade Baru Virus

Avian Influenza Subtipe H5N1 di Indonesia.

Buletin Laboratorium Veteriner 12, 2-9.

World Health Organization. (2005) Review of Latest

Available Evidence on Risks to human Health

Through Potential Transmission of Avian

influenza (H5N1) Through Water and Sewage.

(diakses 23 Januari 2010).



DOI: https://doi.org/10.22146/jsv.17920

Article Metrics

Abstract views : 664 | views : 309

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Sain Veteriner

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Sain Veteriner Indexed by:


Copyright of JSV (Jurnal Sain Veteriner) ISSN 0126-0421 (print), ISSN 2407-3733 (online).

Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No.2, Karangmalang, Yogyakarta

Phone: 0274-560862

Fax: 0274-560861

Email: jsv_fkh@ugm.ac.id

Jurnal Sain Veteriner is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

free
web stats View My Stats