Diagnosis dan Terapi Abses dan Vulnus Morsum pada Kucing Babang menggunakan Madu Murni
Dwi Sunu Datrianto(1*), Jeannet Budiman Limiano(2)
(1) Department of Internal Medicine, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada
(2) Modernvet, Setiabudi, Jakarta
(*) Corresponding Author
Abstract
Seekor kucing domestik jantan berusia 1,5 tahun bernama Babang didiagnosis mengalami abses dan vulnus morsum (luka gigitan). Gejala klinis yang teramati adalah pincang, terdapat luka terbuka di area metatarsal kiri yang disertai benjolan berisi pus, dan penurunan nafsu makan. Pemeriksaan fisik dan laboratorium mengkonfirmasi adanya anemia, leukositosis, neutrofilia, dan monositosis. Luka tersebut diobati dengan aplikasi topikal madu selama dua minggu. Selama dua minggu, terjadi perbaikan signifikan pada kondisi kucing Babang, dengan ukuran luka yang berkurang, peradangan yang mereda, dan penutupan luka yang sempurna. Madu terbukti efektif dalam mendukung pembentukan jaringan granulasi dan regenerasi epitel, memberikan solusi alami dan bebas antibiotik untuk mencegah infeksi. Kasus ini menekankan potensi madu sebagai agen terapeutik dalam manajemen luka pada hewan peliharaan, khususnya dalam mengurangi bakteri dan mempercepat penyembuhan jaringan tanpa berkontribusi pada resistensi antibiotik.
Keywords
Full Text:
PDFArticle Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Jurnal Sain Veteriner

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Sain Veteriner Indexed by
Copyright of JSV (Jurnal Sain Veteriner) ISSN 0126-0421 (print), ISSN 2407-3733 (online).
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada
Jl. Fauna No.2, Karangmalang, Yogyakarta
Phone: 0274-560862
Fax: 0274-560861
Email: jsv_fkh@ugm.ac.id
HP. 0895363078367
Jurnal Sain Veteriner is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









