Kemiskinan Perempuan Dayak Benawan di Kalimantan Barat sebagai Bentuk Kolonialisme Baru

https://doi.org/10.22146/jps.v6i1.47467

Nikodemus Niko(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini mendeskripsikan kondisi kemiskinan perempuan di komunitas adat Dayak Benawan Kalimantan Barat. Akses pengambilan keputusan yang terbatas bagi perempuan Dayak Benawa berimbas kepada adanya struktur pembagian kerja gender yang tidak adil. Tradisi adat yang tidak adil juga ikut menyebabkan kemiskinan. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara di lapangan dan data sekunder dari berbagai sumber pustaka seperti buku, dokumen dari kantor desa dan jurnal ilmiah.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan yang dialami kaum perempuan Dayak Benawan tidak hanya bersifat kultural dan struktural saja, melainkan juga bersifat multidimensi. Diberlakukannya tradisi lokal justru menjadi alat pelemahan posisi perempuan secara politis di dalam komunitas. Hal semacam itu merupakan praktik yang melangengkan patriarki di dalam komunitas masyarakat Dayak Benawan. Narasi kolonialisme baru muncul dalam konteks dimana keterlibatan perempuan ditiadakan melalui tradisi adat sehingga memperparah kondisi kemiskinan khususnya bagi perempuan di dalam komunitas Dayak Benawan.

Keywords


kemiskinan, akses pengambilan keputusan perempuan, kolonialisme baru, adat tradisi, suku Dayak Benawan,

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jps.v6i1.47467

Article Metrics

Abstract views : 1015 | views : 891

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Pemikiran Sosiologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Pemikiran Sosiologi Indexed by:

Crossref Member Badge


ISSNĀ 2252-570X (Print), ISSNĀ 2502-2059 (online).


free
web stats View my stats