Bukan Sekedar Menggambar: Dinamika Kartunis Lepas Indonesia di Era Digital

https://doi.org/10.22146/jps.v6i1.47465

Roikan Roikan(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Dalam tradisi media, kartunis lepas menyandarkan kehidupannya pada kegiatan menggambar kartun untuk dimuat di rubrik humor atau politik di media massa cetak terutama koran atau majalah. Perkembangan teknologi digital telah berdampak pada aktivitas produktif kartunis tradisional yang semakin berkurang. Selain itu, perubahan pola konsumsi literasi masyarakat dari media cetak ke media daring juga telah mengubah proses kreatif para kartunis terutama yang masih resisten bergantung pada honor karya yang dimuat di media. Kartunis lepas berhadapan dengan perkembangan teknologi digital yang mutakhir, sehingga harus berinovasi dalam proses kreatifnya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipasi dan wawancara mendalam yang melibatkan para kartunis lepas. Hasil penelitian menunjukan adanya dinamika aktivitas ekonomi para kartunis lepas yang dipengaruhi oleh budaya siber (cyberculture) sebagai moda produksi untuk pengembangan karir. Kartunis dituntut untuk menghasilkan kartun sebagai karya seni yang populer, berkualitas dan berkelanjutan dengan mengembangkan strategi adaptasi proses kreatif melalui digitalisasi dan diversifikasi kekaryaan.

Keywords


kartunis lepas, ekonomi kreatif, budaya siber, dinamika aktivitas ekonomi

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jps.v6i1.47465

Article Metrics

Abstract views : 581 | views : 604

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Pemikiran Sosiologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Pemikiran Sosiologi Indexed by:

Crossref Member Badge


ISSNĀ 2252-570X (Print), ISSNĀ 2502-2059 (online).


free
web stats View my stats