Menggugat Ruang Publik Melalui Gerakan Masyarakat (Studi Kasus Gerakan Warga Berdaya di Yogyakarta)

https://doi.org/10.22146/jps.v3i2.23534

Hamada Adzani Mahaswara(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Kehidupan warga di perkotaan tak terkecuali di Yogyakarta juga mengalami dinamika dan perubahan, baik itu perubahan pada aspek fisik, sosial bahkan kultural. Sebagai kota tujuan pendidikan, terdapat lebih dari limapuluh (50) perguruan tinggi di Yogyakarta. Di sisi lain sebagai tujuan wisata, Yogyakarta memiliki sejumlah destinasi yang terjangkau meskipun prasarana transportasi publik masih menjadi hambatan. Selain itu, atmosfer seni dan budaya yang dimiliki Yogyakarta menjadikannya “paket lengkap” dan semakin menarik sebagai tujuan wisata. Tak heran dalam beberapa tahun terakhir Yogyakarta semakin padat, selain itu juga tumbuh sebagai pangsa pasar yang strategis bagi para pemilik modal. Kondisi yang membuat lingkungan kehidupan masyarakat urban di Yogyakarta yang semakin berubah inilah yang memunculkan bentuk protes melalui partisipasi warga khususnya mereka yang memperjuangkan pentingnya ruang publik di Yogyakarta. Gerakan ini menamakan dirinya Warga Berdaya.

Keywords


Partisipasi warga; Ruang Publik; Warga Berdaya

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jps.v3i2.23534

Article Metrics

Abstract views : 2704 | views : 7105

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Pemikiran Sosiologi



Jurnal Pemikiran Sosiologi Indexed by:


ISSN 2252-570X (Print), ISSN 2502-2059 (online).


free
web stats View my stats