Kultur Sekolah

https://doi.org/10.22146/jps.v2i1.23404

Ariefa Efianingrum(1*)

(1) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Tulisan ini hendak mengelaborasi sejumlah pemikiran dan konsep yang meyakini pentingnya faktor kultural dalam mendorong dinamika perubahan institusional, khususnya dalam konteks persekolahan (schooling). Perlu tilikan secara seksama bahwa budaya/kultur merupakan kekuatan konstitutif untuk inovasi dan perubahan sosial, sekaligus memiliki kekuatan reflektif dalam melakukan peran legitimasi sosial.Kultur meliputi faktor material yang tangible dan non-material yang intangible. Realitas menunjukkan bahwa kunci keberhasilan pendidikan seringkali justru terletak pada faktor yang tak terlihat. Karenanya, menekankan perbaikan pendidikan di sekolah pada proses restrukturisasi semata, tidak lagi memadai. Namun demikian, restrukturisasi yang bersifat struktural dan rekonstruksi yang bersifat kultural tidak perlu saling menegasikan dalam praktiknya. Dalam pengembangan kultur sekolah, terdapat aneka pilihan alternatif yang dapat disesuaikan dengan visi-misi dan kondisi sekolah, serta profil siswa dalam aneka kecerdasan majemuk (multiple intelligences). Betapapun intervensi kebijakan pendidikan telah dilakukan, tidak akan memberikan efek bermakna, tanpa perubahan yang sifatnya kultural dari dalam institusi pendidikan itu sendiri. Dalam konteks sekolah yang berada dalam masyarakat paternalistik, pimpinan sekolah menjadi ikon yang memiliki peran utama dalam pengembangan kultur sekolah.
Kata kunci: pendidikan, budaya, kultur sekolah.


Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jps.v2i1.23404

Article Metrics

Abstract views : 4764 | views : 19846

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Pemikiran Sosiologi



Jurnal Pemikiran Sosiologi Indexed by:

Crossref Member Badge


ISSNĀ 2252-570X (Print), ISSNĀ 2502-2059 (online).


free
web stats View my stats