DEBT TO EQUITY RULE: THIN CAPITALIZATION DALAM PERKEMBANGAN INVESTASI DI INDONESIA



Annisa Noor(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstract
Investment growth is not well-balanced with the tax regulation. Finally, what happens is s the existence of legal loopholes which is used by the taxpayer to minimize tax obligations through the thin capitalization. Thin capitalization is a company strategy for funding its subsidiary company through debt financing. It would creates an unnatural ratio between debt and capital companies, causing the loss of state revenue. Therefore, through the approach of the fair market value and the Debt to Equity Ratio, this practice will be handled. This study is a normative juridical research conducted with comparative studies and interviews

 

Intisari
Kegiatan investasi yang berkembang tidak diimbangi dengan peraturan perpajakan yang memadai.  Akhirnya yang terjadi adalah adanya celah hukum yang kemudian digunakan oleh Wajib Pajak Badan untuk meminimalisasi kewajiban pajaknya melalui thin capitalization. Thin capitalization merupakan strategi perusahaan dalam melakukan pembiayaan anak perusahaannya melalui utang. Hal ini menciptakan suatu rasio yang tidak wajar antara utang dan modal perusahaan sehingga menyebabkan hilangnya pemasukan negara. Oleh karena itu, melalui pendekatan harga pasar yang wajar serta rasio utang dan modal melalui Debt to Equity Ratio, praktik ini akan ditangani. Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif yang dilakukan dengan studi komparasi dan wawancara.


Full Text:

PDF




Article Metrics

Abstract views : 978 | views : 5042

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Annisa Noor

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




Copyright of JURNAL PENELITIAN HUKUM

ISSN: 2086-499X (print), ISSN: 2549-4945 (online)