PENERAPAN PEMELIHARAAN SEMI-INTENSIF SEBAGAI SALAH SATU USAHA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS AYAM BURAS DI DESA JANTEN, TEMON, KULON PROGO

https://doi.org/10.22146/jp2m.51225

Naela Wanda Yusria Dalimunthe(1*), Alfarisa Nururrozi(2), Dhasia Ramandani(3), Nurulia Hidayah(4)

(1) Prodi Kesehatan Hewan, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner,Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
(2) Fakultas Kedokteran Hewan
(3) Prodi Kesehatan Hewan, DTHV, Vokasi, UGM
(4) Prodi Kesehatan Hewan
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak

 

 

Kegiatan pengabdian pada periode ini bertujuan untuk mengintroduksikan teknik pemeliharaan ayam buras yang berorientasi agrobisnis. Pada tahapan awal, kegiatan dimulai dengan penyuluhan (sosialisasi) untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan manajemen pemeliharaan ayam kampung buras, aspek nutrisi, perkawinan, perkandangan, penyakit, vaksinasi, dan sanitasi kandang. Tahapan kedua meliputi pendampingan secara aktif dalam peningkatan keterampilan masyarakat dalam budidaya praktis, dengan pendekatan praktek lapangan secara partisipatif. Selanjutnya, masyarakat sasaran membuat kandang demplot sebagai percontohan di lokasi kegiatan. Tahapan realisasi dilakukan dengan praktek pemeliharaan ayam buras selama 2 bulan. Masyarakat sasaran dibekali bibit ayam, peralatan kandang, pakan, dan obat-obatan untuk memulai kegiatan pemeliharaan.  Program sosialisasi telah dilakukan secara bertahap, sehingga memudahkan masyarakat untuk memahami manajemen pemeliharaan ayam buras dengan konsep agrobisnis yang menerapkan good farming practice meliputi aspek nutrisi, brooding, perkandangan, penyakit, vaksinasi, reproduksi dan sanitasi kandang. Tahapan pembuatan demplot kandang budidaya ayam sebagai gambaran kandang dan metode pemeliharaan yang baik. Tahapan pembuatan kandang ini mengedepankan aspek pastisipatif dari masyarakat. Metode pemeliharaan yang disasar bersifat semi intensif. Sebagai bagian dari motivasi kepada masyarakat, tim juga telah memberikan bantuan anakan ayam (DOC) sejumlah 1000 ekor yang dibagikan merata kepada masyarakat. Metode pemeliharaan semi-intensif sangat efektif digunakan untuk budidaya ayam buras bagi masyarakat Desa Janten, Temon, Kulon Progo.

 

 

 

Kata kunci : ayam buras, Semi-intensif, Produktivitas

 

Abstract

The service activity carried out aims to introduce agribusiness-oriented domestic chicken maintenance techniques to the community. In the initial stages, efforts were made to increase public knowledge and awareness about integrated agribusiness such as: nutrition, artificial insemination, housing, disease, vaccination, and sanitary enclosures. The second stage involves the target community to make a demonstration plot as a pilot at the location. The realization stage was carried out with the practice of raising domestic poultry for 2 months. The target community is equipped with chickens, cage equipment, food, and medicine to start maintenance activities. These socialization programs were introducing the agribusiness system that applies good farming practice such as: nutrition, brooding, housing, vaccination, reproduction and sanitation enclosures. The stages of making chicken cage demonstration plots were carried out in one of the community houses as a pilot. It is hoped that this demonstration plot can provide a pretty good picture of the stable and maintenance methods. The team has also provided 1000 heads of day old chicken (DOC) with the targeted maintenance methods are semi-intensive. This semi-intensive maintenance method is very effective to be used for the cultivation of free-range chicken. For the people of Janten Village, Temon, Kulon Progo.


Keywords


free-range chicken, Semi-intensive, Productivity

Full Text:

PDF


References

Anonimus. 2014. Badan Pusat Statistik Kulon Progo dalam Angka 2008.

Anonimus. 2017. http://www.kulonprogokab.go.id/v21/kecamatan-Temon_89_hal

Anonimus 2017. http://kependudukan.jogjaprov.go.id/olah.php?module=statistik&periode=8&jenisdata=kepala&berdasarkan=pendidikan∝=34&kab=01&kec=1&kel=00

Anonimus. 2018. http://tribratanews.kulonprogo.jogja.polri.go.id/bhabinkamtibmas-desa-janten-sambangi-peternak-burung-puyuh/

Anonimus. 1999. Inseminasi Buatan Pada Ayam Buras. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Instalasi Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian DKI Jakarta. Pp: 6-8.

Aman, Y. 2011. Ayam Kampung Unggul. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta

A. Udjianto Dan R.Denny Purnama.2004. Inseminasi Buatan Pada Ayam Buras Dengan Metode Deposisi Intra Uterine . Prosiding Temu Teknis Nasional Tenaga Fungsional Pertanian. Pp: 13-20

Creswell, D.C. dan B. Gunawan. 1982. Pertumbuhan Badan dan Produksi Telur dari Lima Strain Ayam Sayur pada Sistem Peternakan Intensif. Proceeding Seminar Penelitian Peternakan, Bogor 8 – 11 Februari.

Departemen Pertanian . 1984. Petunjuk Pembinaan Kelompok Peternak/Koperasi PIR Perunggasan, Jakarta.

Effendy. Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 1997.p. 232-43. 64 34.

Farrel, D.J. 1987. Strategics for Improving Poultry Production in South East Asia. Proceeding The 4 th AAP Animal Science Congress, New Zealand

Gunawan. 2005. Evaluasi Model Pengembangan Ayam Buras di Indonesia : Kasus di Jawa Timur. Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi Pengembangan Ayam Lokal. Bengkulu : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu.

Hasbianto, Agus, Suryana. 2008. Usahatani Ayam Buras di Indonesia: Permasalahan dan Tantangan. Jurnal Litbang Pertanian 3: 27.

Ihsan Sadid, wiwin Tanwiriah, dan Heni Indrijani. 2016. Fertilitas, Daya Tetas, dan Bobot Tetas Ayam Lokal Jimmy’s Farm Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran. Pp: 1-11.

Jarmani, SN. 2005. Peluang Budidaya Ayam Buras di Pedesaan sebagai Penyangga Industri Boga.

Kingston, D.J. and C. Capwell. 1982. Indigenous Chickens in Indonesia. Population and Production Characteristics in Five Villages in West Java. Research Institute for Animal Production. Bogor, Indonesia.

Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta; 2007.p. 58-179

Renny Debora Tambunan dan Marsudin Silalahi. 2008. Teknologi Budidaya Ayam Buras. Balai Besar Pengembangan dan teknologi Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pp: 8-9.

Sastrodihardjo, S. 1996. "Inseminasi Buatan Pada Ayam Buras". Leaflet. Cetakan kedua BALITNAK, Ciawi-Bogor.

Sari Yanti Hayanti. 2014. Petunjuk Teknis Budidaya Ayam Kampung Unggul (KUB) Badan Litbang Pertanian di Provinsi Jambi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi. Pp: 4-6.

Suyatno, 2003. Peningkatan Produksi Bibit Ayam Lurik Melalui Penerapan Inseminasi Buatan. Portal Garuda. Pp: 104-111

Sulandari, S., M.S.A. Zein, D. Astuti, T. Sartika. 2007. Mengenal Plasma Nutfah Ayam Indonesia dan Pemanfaatannya Keanekaragaman Sumber Daya Hayati Ayam Lokal Indonesia. LIPI Press.

Setioko AR, Iskandar S. 2005. Review Hasil-Hasil Penelitian dan Dukungan Teknologi dalam Pengembangan Ayam Lokal. Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi Pengembangan Ayam Lokal. Bogor : Balai Penelitian Ternak..

Toelihere MR. 1993. Inseminasi Buatan pada Ternak. Penerbit Angkasa Bandung. 292 halaman.



DOI: https://doi.org/10.22146/jp2m.51225

Article Metrics

Abstract views : 235 | views : 227

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.