Pemberdayaan Kader JUMANTIK Cilik Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit DBD di SDN 2 Samigaluh Desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh

https://doi.org/10.22146/jp2m.51200

Nia Fararid Askar(1*), M Syaraji(2), Marko Ferdinan Salim(3), Dian Budi Santoso(4), Angga Eko Pramono(5)

(1) Universitas Gadjah Mada
(2) 
(3) 
(4) 
(5) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Salah satu penyebab DBD adalah habitat vektor DBD yaitu sanitasi lingkungan dengan tersedianya tempat perindukan bagi nyamuk betina pada bejana yang berisi air jernih. Adanya faktor-faktor tersebut maka dilakukan upaya pencegahan salah satunya dengan pembentukan kader JUMANTIK cilik. Pencegahan DBD tidak hanya dilakukan oleh kalangan dewasa saja, namun dibutuhkan pemberdayaan sejak dini pada siswa sekolah dasar. Sebagai suatu institusi pendidikan, sekolah mempunyai peranan dan kedudukan strategis dalam upaya promosi kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberdayakan kader JUMANTIK cilik sebagai upaya pencegahan penyakit DBD sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada siswa kelas 4, 5 dan 6 berjumlah 31 siswa di SDN 2 Samigaluh desa Sidoharjo kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo. Metode dalam kegiatan ini adalah pretest diawal kegiatan, lalu pemberian promosi kesehatan tentang DBD dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), setelah itu dilakukan posttest dan pada akhir kegiatan dilakukan pemilihan kader JUMANTIK cilik sebanyak 6 siswa. Simpulan dari kegiatan ini adalah Promosi kesehatan di sekolah melalui kegiatan pemberdayaan kader JUMANTIK cilik sebagai upaya pencegahan penyakit DBD dapat membantu meningkatkan kesehatan siswa, guru, karyawan, keluarga serta masyarakat sekitar, sehingga proses belajar mengajar berlangsung lebih produktif.


Full Text:

PDF


References

Ayumi, F., Iravati, S. and Umniyati, S.R. (2016). Hubungan Iklim dan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Terhadap Insidensi Demam Berdarah Dengue di Beberapa Zona Musim di Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi Kasus di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta). Berita Kedokteran Masyarakat, 32(12), pp.455-460. Candra, A. (2010). Dengue Hemorrhagic Fever Epidemiology, Pathogenesis, and Its Transmission Risk Factors. Aspirator: Journal of Vector Borne Diseases Studies, 2(2), 110–119. https://doi.org/10.22435/aspirator.v2i2.2951. Dinkes Kabupaten Kulon Progo. (2018). Profil Kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Yogyakarta. Luqmana, I., Putra, I., Yunus, R., Kurnia, B. I., & Thiago, A. F. (2019). Penyuluhan JUMANTIK di dusun Ploso I , Karangtritis , dan Klayu II , desa Sumberwungu. 3(1), 9–16. Karyanti, M. R., & Hadinegoro, S. R. (2016). Perubahan Epidemiologi Demam Berdarah Dengue Di Indonesia. Sari Pediatri, 10(6), 424. https://doi.org/10.14238/sp10.6.2009.424-32 Sutomo, Hartono, A., & Dwipayanti, P. I. (2017). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan PSN melalui Gerakan Jumantik Cilik. Jurnal Keperawatan Dan Kebidanan, 9(1), 175–183.



DOI: https://doi.org/10.22146/jp2m.51200

Article Metrics

Abstract views : 151 | views : 68

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.