Skema Model Vertikultur dan Implikasinya Bagi Pemberdayaan Masyarakat Studi Kasus: Desa Salam Karangpandan Sukoharjo

https://doi.org/10.22146/jp2m.44846

Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si, Ph.D(1*)

(1) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret
(*) Corresponding Author

Abstract


Skema pemberdayaan desa sehat dapat dilakukan dengan visi utama peningkatan perekonomian masyarakat desa. Peran serta dan rasa memiliki masyarakat desa menjadi modal utama agar masyarakat yang bersangkutan dapat melakukan aktivitas perekonomiannya secara mandiri dan berkelanjutan.  

Desa sehat adalah salah satu bukti dari kemandirian desa di dalam melaksanakan kehidupan di tingkat akar rumput. Dalam kenyataannya berbagai persoalan yang ada di tingkat akar rumput merupakan fenomena kehidupan riil, di mana masyarakat melakukan kegiatan langsung yang bersentuhan dengan sumberdaya alam. Tata nilai yang berlaku di tingkat kampung merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi untuk mendukung terciptanya desa sehat.  

Metode yang dilakukan oleh pemberdayaan di desa Salam adalah dengan sistem inovasi pertanian baru dengan pola tanam ke atas yaitu vertikultur. Sistem  budidaya  pertanian  secara  vertikal atau bertingkat ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah dengan  lahan  terbatas, dan atau pengalihfungsian lahan pekarangan warga yang tidak bernilai ekonomis menjadi memiliki nilai panenan. Misalnya,  lahan  1  meter mungkin  hanya  bisa  untuk menanam  5 batang  tanaman,  dengan  sistem  vertikal  bisa  untuk  20  batang  tanaman.  Sementara itu, vertikultur organik adalah budidaya tanaman secara vertikal dengan menggunakan sarana media tanam, pupuk, dan pestisida yang berasal dari bahan organik non kimiawi. Tanaman organik yang dapat dibudidayakan dan sesuai dengan sistem vertikultur adalah jenis tanaman sayur-sayuran dan tanaman obat-obatan yang memiliki perakaran yang dangkal dan memiliki berat yang relatif ringan sehingga tidak akan terlalu membebani media tanam vertikultur pada pertumbuhan tanaman tersebut.

 

 


Keywords


pemberdayaan, desa, vertikultur

Full Text:

PDF


References

Arrighi, Giovanni., Silver, Beverly J. and Brewer, Benjamin D. (2003). "Industrial Convergence and the Persistence of the North-South Divide". Studies of Comparative International Development, Volume 38, (Number 1):pp. 3-31. Baran, Paul A. (1957). The Political Economy of Growth. New York: Monthly Review Press. Bell, Daniel. (1976). The Cultural Contradictions of Capitalism. New York: Basic Books. Berger, Sebastian. (2008a). "K. William Kapp's Theory of Social Cost and Environmental Policy: Toward Political Ecological Economics". Ecological Economics, Volume 67:pp. 244-252. ———. (2008b). "Circular Cumulative Causation (CCC) a la Myrdal and Kapp-Political Institutionalism for Minimizing Social Cost". Journal of Economic Issues, Volume XLII, (Number 2):pp. 357-365. ———. (2009). "Circular Cumulative Causation ala Myrdal and Kapp". In The Foundation of Non-Equilibrium Economics: The Principle of Circular and Cumulative Causation, edited by S. Berger. New York: Routledge. Burkett, Paul. (2006). "Two Stages of Ecosocialism". International Journal of Political Economy, Volume 35, (Number 3):pp. 23-45. Foster, John Bellamy. (2005). "The Treadmill of Accumulation:Schaiberg's Environment and Marxian Political Economy". Organization Environment, Volume 18, (Number 7):pp. 7-18. Goosens, Yanne, et.al. (2007). "Alternative Progress Indicator to Gross Domestic Product (GDP) as A Mean Towards Sustainable Development". Working Paper European Parliament's Committee on the Environment, Public Health and Food Safety:pp. 1-95. Hill, Hal. (2008). "Indonesia's Changing Economic Geography". Bulletin of Indonesian Economic Studies, Volume 44 (Number 3):pp. 407-435. Kaldor, Nicholas. (1957). "A Model of Economic Growth". The Economic Journal, Volume 67, (Number 268):pp. 591-624. Kapp, Karl William. (1963). The Social Cost of Business Enterprise. Nottingham, UK: Spokesman Book. Korzeniewicz, Roberto P. (2001). Core-Periphery Analysis. In Encyclopedia of Political Economy, edited by P. A. O’Hara. London and New York: Routledge. Marx, Karl. (1885). Capital: A Critique of Political Economy. Vol. Volume II. Moscow: Progress. Myrdal, Gunnar. (1944). An American Dilemma. New Jersey, United States: Harper and Row. ———. (1968). Asian Drama: An Inquiry into Poverty of Nations. 3 vols. New York: Twentieth Century Fund. O’Hara, Philip A. (2007). "Principles of Institutional-Evolutionary Political Economy-Converging Themes from the Schools of Heterodoxy". Journal of Economic Issues, Volume XLI, (Number 1):pp. 1-42. ———. (2010). "Core General Principles for the Revival of Political Economy". In Third Plenary Session on “The Revival of Political Economy”, as part of the The Revival of Political Economy: Prospects for Sustainable Provision, Coimbra Conference 2010, . Faculty of Economics, University of Coimbra, 21-23 October 2010. Polanyi, Karl. (1944). Great Transformation. United Kingdom: Oxford University Press. Prebisch, Raul. (1950). The Economic Development of Latin America and its Principal Problems. New York: United Nations. Salim R., S. Rafiq and A. F. M. K Hassan (2018) “Causality and Dynamics of Energy Consumption and Output: Evidence from Non-OECD Asian Countries”, Journal of Economic Development, Volume 33: 1-26 Schumpeter, Joseph A. (1939). Business Cycle I-II. London: McGraw-Hill. Sen, Amartya. (2015). On Economic Inequality: OUP Catalogue. Wallerstein, Immanuel. (1979). The Capitalist World Economy. Cambridge: Cambridge University Press.



DOI: https://doi.org/10.22146/jp2m.44846

Article Metrics

Abstract views : 795 | views : 3892

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.