PERSEPSI DAN KOMUNIKASI PEMANGKU KEPENTINGAN DI PERGURUAN TINGGI TERHADAP KEIKUTSERTAAN MAHASISWA DALAM PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL KOTA YOGYAKARTA



Eka Puspasari(1*), Diah Ayu Puspandari(2)

(1) 
(2) Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Dalam rangka mewujudkan cita-cita jaminan kesehatan semesta Universal Health Coverage (UHC) paling lambat 1 Januari 2019 mendatang, BPJS Kesehatan menjajaki kerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Persentase perguruan tinggi di Indonesia yang mengikutsertakan mahasiswanya dalam program JKN sangat kecil dibandingkan dengan seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia, dari 4.504 perguruan tinggi di Indonesia baru ada 32 perguruan tinggi yang sudah mengikutsertakan mahasiswanya dalam program JKN. Rendahnya kepesertaan jaminan kesehatan dari perguruan tinggi ini sangat disayangkan, dan membutuhkan keterlibatan dari pemangku kepentingan yang ada di perguruan tinggi guna meningkatkan cakupan kepesertaan mahasiswa. Jika dilihat dari aspek kepesertaan dalam jaminan kesehatan, baru 3 perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta yang mengikutsertakan mahasiswanya dalam program JKN dari total 130 perguruan tinggi. Diantara adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta serta Stikes Notokusumo Yogyakarta. Jumlah ini sangat rendah bila dibandingkan dengan jumlah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada di DIY. Sehingga menimbulkan rumusan masalah yaitu bagaimana persepsi dan komunikasi pemangku kepentingan di perguruan tinggi terhadap keikutsertaan mahasiswa dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kota Yogyakarta?

Tujuan: Mengekplorasi persepsi dan komunikasi pemangku kepentingan di perguruan tinggi terhadap keikutsertaan mahasiswa dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kota yogyakarta.

Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di 4 kampus yang ada di kota Yogyakarta, dengan menggunakan purposive sampling, yaitu mewakili variasi yang terdapat di masing-masing jenis perguruan tinggi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait proses pengambilan keputusan dalam keikutsertaan mahasiswa dalam program JKN. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in depth interview). Kemudian dilakukan analisa dan penyajian data secara kualitatif.

Hasil: Informasi tentang JKN KIS bagi mahasiswa sudah disosialisasikan, baik langsung maupun tidak langsung oleh BPJS Kesehatan. Belum ada kejelasan dari informasi yang diterima oleh perguruan tinggi. Komunikasi antarpribadi pemangku kepentingan kurang efektif, terlihat dari kurang ada keterbukaan, kurang ada dukungan, dan gaya komunikasi dari informan yang berbeda-beda setiap perguruan tinggi. Sikap positif pemangku kepentingan perguruan tinggi adalah mendukung program tersebut. Akan tetapi pemangku kepentingan lebih memilih untuk mengelola sendiri sistem jaminan kesehatan bagi mahasiswa. Faktor dari pemangku kepentingan menunda keikutsertaan diantara sumber daya manusia terbatas, pembiayaan, serta prioritas program di perguruan tinggi

Kesimpulan dan Rekomendasi : Secara keseluruhan semua informan sudah mendapatkan informasi, tetapi kejelasan dari informasi kurang. Komunikasi antarpribadi pemangku kepentingan kurang efektif. Sikap positif dari pemangku kepentingan untuk mendukung program JKN KIS bagi mahasiswa. Saran memaksimalkanĀ  sosialisasi kepada pemangku kepentingan di perguruan tingggi serta membuat petunjuk teknis yang lengkap dan terperinci dari program tersebut


Keywords


Persepsi, Komunikasi, Keikutsertaan, JKN





Article Metrics

Abstract views : 751

Refbacks

  • There are currently no refbacks.