PROBLEMATIKA, POLA, DAN STRATEGI PETANI DALAM MEMPERSIAPKAN REGENERASI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

https://doi.org/10.22146/jkn.65568

Ratih Ineke Wati(1*), Subejo Subejo(2), Yuhan Farah Maulida(3)

(1) Universitas Gadjah Mada
(2) Universitas Gadjah Mada
(3) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Pada banyak negara berkembang termasuk Indonesia, secara umum sektor pertanian kurang populer karena generasi muda menilai sektor ini memiliki skala usaha sangat kecil, dijalankan secara konvensional, sulit memperoleh akses pembiayaan, lemah terhadap akses perlindungan, dan terbatas dalam layanan penyuluhan dan pendampingan. Namun demikian, usaha pertanian pada berbagai sub-sektor memiliki karakteristik yang berbeda yang nampaknya juga menjadi isu penting dalam proses regenerasi petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui problematika, pola, dan strategi petani mempersiapkan regenerasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengkajian fenomena regenerasi petani dilakukan di tiga komoditas yang berbeda, yaitu komoditas tanaman pangan di Kabupaten Sleman, komoditas hortikultura di Kabupaten Kulon Progo, dan komoditas perkebunan di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui FGD, wawancara mendalam, dan observasi. Informan adalah petani senior dan petani muda di ketiga lokasi penelitian. Hasil penelitianmenujukkan bahwa (1) problematika dalam proses regenerasi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta adalahperubahan kondisi iklim dan cuaca, sulitnya permodalan di bidang pertanian, rendahnya dorongan dari orang tua, citra buruk petani, alih fungsi lahan, petani sebagai pekerjaan sampingan, serta pertumbuhan sektor industri dan pariwisata yang lebihmenjanjikan bagi generasi muda; (2) pola regenerasi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta adalahdenganmelibatkan anak petani dalam proses budidaya sehingga mereka memiliki bekal dalam bertani serta mewariskan lahan sawah atau lahan kering kepada anak dengan pembagian sama rata; (3) strategi dalam mendukung regenerasi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah dengan menanam berbagai komoditas dan mengusahakan ternak untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, mengembangkan pasar yang menguntungkan dan berkelanjutansecara berkelompok, meningkatkan kemampuan petani muda melalui pendidikan dan pelatihan, serta mendukung figur petani muda berprestasi sebagai role model yang dapat memotivasi petani muda lainnya.


Keywords


problematika, pola, strategi, regenerasi petani, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, Daerah Istimewa Yogyakarta

Full Text:

PDF


References

Antara, M. (2005) ‘Pengembangan Usaha Hortikultura Petani Kecil’. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 5 (2). Pp. 1-22.

Arvianti, E. Y., Asnah, dan A. Prasetyo. (2015) ‘Minat pemuda tani terhadap transformasi sektor pertanian di Kabupaten Ponorogo’, Jurnal Buana Sains 15(2), pp. 181-188.

Arvianti, E., Y., Masyhuri, Waluyati, L., R., dan Darwanto, D., H. (2019) ‘Gambaran krisis petani muda di Indonesia’, Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 8(2), pp.168-180.

Badan Pusat Statistik (2014) Kabupaten Kulon Progo Dalam Angka 2014. Diakses 27 November 2020. Dikutip dari https://kulonprogokab.bps.go.id/index.php.

Bappeda DIY (2016) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta 2012-2017. Yogyakarta: Bappeda DIY.

BPS Sleman (2017) Luas Panen, Produksi dan Rata-rata Produksi Padi Sawah dirinci per Kecamatan di Kabupaten Sleman 2017. Diakses 26 November 2020. Dikutip dari https://slemankab.bps.go.id/statictable.

BPS Kulon Progo (2020) Kabupaten Kulon Progo dalam Angka 2020. Diakses 26 November 2020. Dikutip dari https://kulonprogokab.bps.go.id/.

Dwipradnyana, I. M. M. (2017) ‘Tantangan berat regenerasi petani Bali dalam mempertahankan subak sebagai warisan budaya dunia’, Jurnal Ilmu Pertanian AGRICA, 10 (2), pp. 75 – 82.

Ishak, A. F (2013) ‘Pengaruh nilai tambah sektor pertanian terhadap penyerapan tenaga kerja di Kalimantan Timur’, Jurnal Agribisnis Indonesia, 1(1), pp. 1-8.

Janah, R., B. T. Eddy, dan T. Dalmiyatun (2017) ‘Alih fungsi lahan pertanian dan dampaknya terhadap kehidupan penduduk di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak’, Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian (Agrisocionomics), 1(1), pp. 1-10.

Kerlinger, F. N. (2004) Asas-asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta: UGM Press.

Klaudia, S., dan Wahyuningsih, S., D. (2020) ‘Menggali pentingnya pembiayaan bagi perekonomian petani tebu’, Kumpulan Artikel Akutansi, 1(1) : 33-40.

Kriyantono, R. (2006) Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

KRKP (2015) Laporan Kajian Regenerasi Petani, Faktor faktor yang Mempengaruhi Minat Menjadi Petani, pada Keluarga Petani Padi dan Hortikultura. Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan bekerjasama dengan Australian Aid dan Oxfam.

Maramba, U. (2018) ‘Pengaruh karakteristik terhadap pendapatan petani jagung di Kabupaten Sumba Timur (studi kasus : Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur)’, Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 2(2), pp. 94-101.

Marnala, J., Yulida, R., & Sayama, E. (2017) ‘Karakteristik petani padi peserta program upaya khusus padi jagung kedelai (Upsus Pajale) di Desa Bunga Raya Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak (Doctoral dissertation, Riau University)’, Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau, 4 (1).

Mulyadin, R. M., Surati, S., & Ariawan, K. (2016) ‘Kajian hutan kemasyarakatan sebagai sumber pendapatan: kasus di Kabupaten Gunungkidul’, Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 13(1), pp.13-23.

Neuman, W. L. (2013) Metode Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif, Edisi ke-7. Pearson. Boston/PT Indeks, Indonesia.

Ningtyas, A. S., & Santosa, B. (2019) ‘Minat pemuda pada pertanian hortikultura di Desa Kelor Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul’, Journal of Development and Social Change, 2(1), pp49-60.

Payne, G., and Payne J. (2004) Key Concepts in Social Research. London: Sage Publications.

Priyadi, U., & Shidiqie, J. S. A. (2015) ‘Pelaksanaan perjanjian bagi hasil pertanian lahan sawah: studi di Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta’, Millah: Jurnal Studi Agama, 15(1), pp. 101-116.

Ranzez, M. C., Anwarudin, O., & Makhmudi, M. (2020). ‘Peranan orangtua dalam mendukung regenerasi petani padi (Oryza sativa L) di Desa Srikaton Kecamatan Buay Madang Timur’, Jurnal Inovasi Penelitian, 1(2), pp. 117-128.

Rusdiyana, E. (2015) ‘Manajemen kelembagaan pasar lelang dalam memfasilitasi pemasaran cabai kelompok tani lahan pasir pantai di Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo’, Jurnal Sungkai, 3 (2), pp. 49 – 64.

Sadono, D. (2008) ‘Pemberdayaan petani: paradigma baru penyuluhan pertanian di Indonesia’, Jurnal Penyuluhan, 4(1), pp. 1-10.

Santoso, A., W., Effendy, L., dan Krisnawati, E. (2020) ‘Percepatan regenerasi petani pada komunitas usahatani sayuran di Kecamatan Samarang Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat’, Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3), pp. 325-335.

Subejo (2018) Reforma Agrarian Sebagai Strategi Penanggulangan Kemiskinan dan Ketimpangan Pendapatan (book chapter) dalan Bunga Rampai Pembangunan Pertanian Indonesia (editor. Mulyo, JH et,al), Departemen Sossial Ekonomi Pertanian UGM-PINTAL.

Subejo (2020) Masa DepanPangan dan Renerasi Petani. Harian Kompas 28 Maret 2020.

Suparmini (2017) ‘Sebaran lokasi industru genteng dan pelestarian lingkungan di Kecamatan Seyegan dan Godean Kabupaten Sleman’, Geomedia 5 (1), pp. 27 – 50.

Susilowati, S. H. (2016) Fenomena penuaan petani dan berkurangnya tenaga kerja muda serta implikasinya bagi kebijakan pembangunan pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 34(1), pp. 35-55.

Suyantohadi, A. (2001) Pengembangan Usaha Tani Hortikultura Berdasarkan Sistem Basis Data Komoditas. text.

Wardani, W., & Anwarudin, O. (2018). Peran penyuluh terhadap penguatan kelompok tani dan regenerasi petani di Kabupaten Bogor Jawa Barat. Journal TABARO Agriculture Science, 2(1), pp. 191-200.

Zulkarnain, Z., & Sukmayanto, M. (2019). Keputusan petani beralih usahatani dari tanaman kakao menjadi lada di Kabupaten Lampung Timur. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 5(2), pp. 193-205.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkn.65568

Article Metrics

Abstract views : 4463 | views : 4286

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Ratih Ineke Wati, Subejo Subejo, Yuhan Farah Maulida

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


web
analytics View My Stats