Studi Komparasi Praktik Perladangan Berpindah Dan Pertanian Menetap Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Masyarakat (Studi Pada Usahatani Kentang di Kabupaten Pegunungan Arfak)

https://doi.org/10.22146/jkn.35367

Umi Yuminarti(1*), Dwidjono Hadi Darwanto(2), Jamhari Jamhari(3), Subejo Subejo(4)

(1) Fakultas Pertanian Universitas Papua
(2) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(4) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRACT 

This study examines the shifting cultivation farming and settled farming by Arfak farmers, and their implications on the community food security.  The research is conducted in Minyememut and Arion Villages at Hink District, and Suteibey and Igymbai Villages at Anggi District of Arfak Mountains Regency of West Papua Province.  The objective of the study is to compare potato farming, productivity and farmer income from potato farming.  The research uses analytical descriptive method, and in-depth interviews techniques for data collection, by using questionnaires, field observation and documentation.  Data analysis is done by tabulation analysis, data interpretation and conclusion withdrawal. The results show that potato farming is still done by using shifting cultivation system.  However, there has been a settled farming practice in Arfak Mountains Regency. Although the system used is different, but the two of the agricultural practices are still using the same technology.  Potato farms’ area of shifting cultivation is larger than the settled farming, so the production is greater.  On the other hand, the productivity of settled farming is higher than the shifting cultivation system. This condition shows that the shifting cultivation farming and settled farming have implications for supporting community food security in Arfak Regency.

ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji usahatani kentang perladangan berpindah dan usahatani menetap yang dilakukan petani Arfak dan implikasinya pada ketahanan pangan masyarakat.  Penelitian ini dilakukan di kampung Minyememut dan Arion Distrik Hink, dan kampung Suteibey dan Igymbai Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat.  Tujuan penelitian adalah melakukan komparasi usahatani kentang, produktivitas dan pendapatan petani dari usahatani kentang.   Metode dalam penelitian ini adalah diskriptif analitis, dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam menggunakan kuisioner, observasi lapang dan dokumentasi.  Analisis data dilakukan dengan analisis tabulasi, interpretasi data serta penarikan kesimpulan.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kentang masih dilakukan dengan cara perladangan berpindah, namun telah ada yang mempraktekkan secara menetap di Kabupaten Pegunungan Arfak. Meskipun sistem yang digunakan berbeda, tetapi kedua praktek pertanian tersebut masih menggunakan teknologi sama.  Lahan tanaman kentang pada perladangan berpindah lebih luas, sehingga produksi lebih banyak. Namun produktivitas lahan usahatani menetap lebih tinggi dibanding perladangan berpindah dan secara statistik terdapat perbedaan. Sedangkan pendapatan yang diperoleh petani tidak terdapat perbedaan. Keadaan ini menunjukkan usahatani kentang perladangan berpindah dan usahatani menetap berimplikasi mendukung ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Pegunungan Arfak.   


Keywords


Usaha tani Kentang; Perladangan Berpindah; Usahatani Menetap; Ketahanan Pangan Masyarakat

Full Text:

PDF


References

Anderson, J.R, and W.E. Griffiths. 1982. Production Risk and Efficient Allocation of Resources. Australian Journal of Agricultural Economics. Vol 2. No.3, Desember 1982.

Arifin, Bustanul. 2005. Pembangunan Pertanian: Paradigma Kebijakan dan Strategi Revitalisasi. Penerbit PT Grasindo. Jakarta.

Beattie R. And C. Robert Taylor. 1985. The Economics of Production (Ekonomi Produksi, alih bahasa: Soeratno). Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Boediono. 1997. Ekonomi Moneter dan Internasional, BPFE. Yogyakarta.

BPS Provinsi Papua Barat, 2014. Papua Barat Dalam Angka 2014. Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat. Manokwari.

--------, 2016. Papua Barat Dalam Angka 2016. Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat. Manokwari.

Brown, M.L. 1979. Farm Budgets from Farm Income Analysis to Agricultural Project Analysis. Published for the World Bank. The Johns Hopkins University Press. Baltimore and London.

Crammer, G.L.& C.W. Jensen. 1994. Agricultural Economics and Agribusiness: Sixth Edition, John Wiley and Sons, Inc. New York.

Darwanto D.H., 2005. Ketahanan Pangan Berbasis Produksi dan Kesejahteraan Petani. Ilmu Pertanian. Vol. 12, No.2, hh. 152 – 164.

Dewan Ketahanan Pangan, 2009. Panduan Penyusunan Petan Ketahanan dan Kerentanan Pangan di Indonesia; A Foof Security and Vulnerability Atlas of Indonesia (FSVA). Jakarta: Dewan Ketahanan Pangan dan World Food Programme.

Hakim, M.A., 2014. Memperkuat Ketahanan Pangan Demi Masa Depan Indonesia 2015-2025. CV. Rumah Buku, Jakarta

Houghton,R.A, Lefkowitz,D.S, Scole,D.L. 1991. Change in The Landscape of Latin America Between 1850 and 1885. I. progressive Loss of Forest. Forests Ecology and Management. Vol.38, no. 3-4.hh.143-172.

Jamison, D. T.& L. J. Lau. 1982. Farmer Education and Farm Efficiency. A World Bank Research Publication. The Johns Hopkins University Press. Baltimore.

Jong, W., M. Sirait, N. Liswanti, 2001. Farming Secondary Forests in Indonesia. Journal of Tropical Forest Science 13 (4): 705-726

Jaya, Pajar Hatma Indra, 2018. Nasib Petani dan Ketahanan Pangan Wilayah (Studi Tentang Kebijakan Pemerintah dan Respons Masyarakat Desa Mulyodadi, Bantul Ketika Harga Komoditas Pertanian Naik), Jurnal Ketahanan Nasional, vol 24, no. 1, hh. 77-93.

Mubyarto, 1994. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES. Jakarta.

Nasir, M., 2005. Metodologi Penelitian. Ghalia Indonesia, Jakarta

Pindyck, R.S. & D.L. Rubinfield, 2001. Microeconomics. Prentice Hall International, Inc. Canada.

Samuelson, P.A& W.D. Nordhaus. 2001. Microeconomics. Seventeenth Edition. McGraw-Hill Irwin. Boston.

Serrao,E,A., Nepstad, D., Walker, R.T. Upland Agricultural and Forestry Development in The Amazon: Sustainability, Criticality and Resilience. Ecological Economics. vol.18. no.1, hh.3-13.

Soeharjo dan Dahlan Patong, 1993. Sendi-Sendi Pokok Usahatani. Departemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Soekartawi. 1986. Prinsip-prinsip Dasar Manajemen Hasil Pertanian, Teori dan Aplikasinya. Radjawali Press. Jakarta.

Soekartawi, 2002. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian, Teori dan Aplikasi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Subekti Imam, Martono Edi, dan Hamid E.Suandi, (2016). Manajemen Koperasi Dalam Rangka Pengelolaan Hutan Rakyat dan Pengaruhnya Terhadap Ketahanan Ekonomi Masyarakat (Studi Pada Koperasi Wana Lestari Menoreh di Kabupaten Kulon Progo, DIY), Jurnal Ketahanan Nasional, vol 22, no. 2, hh. 158-179.

Todaro, Michael P. 1987. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Peraturan Perundangan

Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan



DOI: https://doi.org/10.22146/jkn.35367

Article Metrics

Abstract views : 5427 | views : 18634

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Umi Yuminarti, Dwidjono Hadi Darwanto, Jamhari Jamhari, Subejo Subejo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


web
analytics View My Stats