Perbandingan Gaya Friksi Kawat Stainless Steel Sebelum dan Setelah Perendaman dalam Saliva 136 Buatan pada Periode Waktu yang Berbeda (Studi Laboratoris In Vitro)



Siswanto Siswanto(1*), Sri Suparwitri(2)

(1) Program Studi Ortodonsia, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(2) Bagian Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Proses mekanika peluncuran (sliding mechanic) pada perawatan ortodontik akan menimbulkan friksi antara braket dan kawat busur (arch wire). Besarnya gaya friksi dipengaruhi oleh kekasaran permukaan kawat busur yang ditimbulkan oleh proses korosi karena terendam dalam saliva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar gaya friksi kawat stainless steel (SS) setelah perendaman dalam saliva buatan pada periode waktu yang berbeda.
Obyek penelitian adalah 50 potong kawat SS 0,016 inci, dibagi menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 10 potong kawat. Kelompok 1(H1) kawat tidak direndam dalam saliva buatan, kelompok 2 (H2) direndam dalam saliva buatan selama 1 minggu, kelompok 3 (H3) direndam dalam saliva buatan selama 2 minggu, kelompok 4 (H4) direndam dalam saliva buatan selama 3 minggu, dan kelompok 5 (H5) direndam dalam saliva buatan selama 4 minggu. Gaya friksi diukur dengan alat Universal Testing Machine. Data dianalisis dengan menggunakan Anova 1 jalur.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna gaya friksi kawat SS 0,016 antara H1, H2, H3, H4 dan H5 (p>0,05). Kesimpulannya adalah bahwa besarnya gaya friksi antara kawat SS 0,016 yang tidak direndam dalam saliva dan yang direndam dalam saliva buatan sampai minggu ke 4 menunjukkan tidak berbeda.

 


Keywords


Gaya friksi, kawat stainless steel, saliva buatan

Full Text:

PDF




Article Metrics

Abstract views : 640 | views : 5896

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Kedokteran Gigi



Currently, Jurnal Kedokteran Gigi dexed by: