Keragaman Fenotipik Buah dan Daya Perkecambahan Benih Swietenia macrophylla King. dari Beberapa Populasi di Indonesia

https://doi.org/10.22146/jik.28283

Mashudi -(1*), Hamdan Adma Adinugraha(2), Dedi Setiadi(3), Mudji Susanto(4)

(1) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 15, Purwobinangun, Sleman 55582
(2) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 15, Purwobinangun, Sleman 55582
(3) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 15, Purwobinangun, Sleman 55582
(4) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 15, Purwobinangun, Sleman 55582
(*) Corresponding Author

Abstract


Mahoni daun lebar (Swietenia macrophylla King) merupakan salah satu jenis yang banyak dikembangkan pada hutan tanaman maupun hutan rakyat. Meskipun jenis ini bukan jenis asli Indonesia tapi dilaporkan memiliki keragaman genetik yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variasi morfologi buah dan benih S. macrophylla serta daya perkecambahannya dari beberapa populasi di Jawa dan Nusa Tenggara Barat. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan asal populasi dan pohon induk sebagai perlakuan. Hasil pengamatan menunjukkan adanya variasi antar populasi dan pohon induk pada karakter berat buah, panjang buah, diameter buah, jumlah biji dalam satu buah serta daya berkecambahnya kecuali jumlah benih per kilogram. Rerata berat buah setiap populasi berkisar antara 275-385 g, panjang buah 12-15 cm, diameter buah 7-9 cm, jumlah biji per buah 59-64 butir, dan daya berkecambah 44-96%. Rerata berat buah per pohon induk berkisar antara 153-490 g, panjang buah 10-20 cm, diameter buah 6-10 cm, dan jumlah biji per buah 52-69 butir. Fenotipik buah S. macrophylla beragam antar populasi dengan daya erkecambah benih terbaik ditunjukkan oleh populasi Lombok Tengah dan Banjar sebesar 86-96%.

Kata kunci: daya berkecambah; keragaman fenotipik; morfologi buah; Swietenia macrophylla

 

Variation of Fruits Phenotipic and Seeds Germination of Swietenia macrophylla King. Taken from Several Populations in Indonesia

Abstract

Broad leaf mahogany (Swietenia macrophylla King.) is one of popular species developed in the state forest plantations and smallholder forest. Although it is not native in Indonesia, but the species has high genetic diversity. This study was conducted to determine the morphological variation of fruits, seeds, and also seeds germination of broad leaf mahogany from several populations in Java and West Nusa Tenggara. The research was arranged in completely randomized design with native populations and parent trees as treatments. The results showed significant variations between the populations and parent trees on fruit weight, fruit length, fruit diameter, number of seeds in the fruit, and seeds germination rate except the number of seeds per kilogram. The average per population of fruit weight ranged from 275 to 385 g, fruit lengths from 12 to 15 cm, fruit diameter from 7 to 9 cm, the number of seeds per fruit 59 to 64 grains and 44 - 96 % of seeds germination rate. The average per parent trees of fruit weight ranged from 153 to 490 g, fruit lengths from 10 to 20 cm, fruit diameter from 6 to 10 cm, and the number of seeds per fruit 52 to 69 grains. Fruit phenotipic of S. macrophylla varies between populations with the best seed germination indicated by the populations of Central Lombok, Bantul and Banjar amounted to 86-96%.


Keywords


fruits morphology; phenotipic variation; seeds germination; Swietenia macrophylla

Full Text:

PDF


References

Aldianoveri I. 2012. Pemenuhan bahan baku industri primer hasil hutan kayu di Provinsi Jawa Timur. Institut Pertanian Bogor.

Badan Standarisasi Nasional. 2011. Mutu benih tanaman hutan. SNI 7627.

Bramasto Y, Putri KP, Suharti T. 2009. Pengaruh cendawan Aspergillus sp dan Fusarium sp terhadap viabilitas benih dan pertumbuhan bibit Swietenia macrophylla. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 6:289–295.

Cao CP, Gailing O, Siregar IZ, Siregar UJ, Finkeldey R. 2009. Genetic variation in nine Shorea species (Dipterocarpaceae) in Indonesia revealed by AFLPs. Tree Genetics and Genomes 5:407–420.

Chaix G, Gerber S, Razavimaharo V, Vigneron P, Verhaegen D, Hamon S. 2003. Gene flow estimates with microsatellites in a Malagasy seed orchard of Eucalyptus grandis. Theoretical and Applied Genetics 107:705–712.

Finkeldey R. 2005. Pengantar genetika hutan tropis (Terjemahan). Djamhuri E, Siregar IZ, Siregar UJ, Kertadikara AW, editor. ASEAN-EU U. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Hakim I, Dwiprabowo H, Effendi R. 2009. Kajian peredaran kayu rakyat di wilayah Jawa bagian barat. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 6:15–37.

Krisnawati H, Kallio M, Kanninen M. 2011. Swietenia macrophylla King: Ecology, silviculture and productivity. CIFOR, Bogor, Indonesia.

Lugo AE, Colon JCF, Alayon M. 2003. Big-leaf mahagony: Genetics, ecology, and management ecological. Springer_Verlag New York, Inc., New York - Berlin - Heidelberg.

Navarro C, Hernandez G. 2004. Progeny test analysis and population differentiation of mesoamerican mahagony (Swietenia macrophylla). Agronomia Costarricense 28:37–51.

O’brien EK, Mazanec RA, Krauss S. 2007. Provenances variation of ecological important traits of forest trees: Implication for restoration. Journal of Applied Ecology 44:583–593.

Olivia RD. 2012. Keragaman genetik populasi sengon Paraserianthes falcataria (L) pada hutan rakyat di Jawa berdasarkan penanda RAPD. Institut Pertanian Bogor.

Perhutani. 2013. Statistik Perum Perhutani 2012. Perhutani, Jakarta.

Purnamasari EH. 2008. Variasi genetik jati Jawa berdasarkan metode Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Institut Pertanian Bogor.

Putri KP, Bramasto Y, Suharti T. 2011. Tingkat serangan cendawan terhadap benih mahoni (Swietenia macrophylla King) pada berbagai kondisi dan waktu simpan. Tekno Hutan Tanaman 4:1–6.

Reinhardt K, Costanha C, Germino MJ, Kueppers LM. 2011. Ecophysiological variation in two provenances of Pinus flrixitis seedlings across an elevation gradient from forest to alpine. Tree Physiology 31(6):615-625.

Rohandi A, Widyani N. 2010. Pertumbuhan tiga provenans mahoni asal Kostarika. Tekno Hutan Tanaman 3:7–11.

Sastrosupadi A. 2013. Rancangan percobaan praktis bidang pertanian. Kanisius, Yogyakarta.

Siregar UJ, Siregar IZ, Novita I. 2007. Keragaman fenotipik dan genetik mahoni (Swietenia macrophylla) di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hlm. 161–164. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian yang Dibiayai oleh Hibah Kompetitif. Bogor.

Soerianegara I, Lemmens RHMJ. 1994. Plant resources of South East Asia 5, Timber trees: Major commercial timbers. PROSEA, Bogor.

Tilki F, Dirik H. 2007. Seed germination of three provenances of Pinus brutia (Ten) as influenced by stratification, temperature and water stress. Journal of Environmental Biology 28:133–136.

Treuren R V, Bulsma R, Ourborg NJ, Delden W V. 1993. The effects of population size and plant density on outcrossing rates in locally endangered Salvia pratensis. Evolution 47:1094–1104.



DOI: https://doi.org/10.22146/jik.28283

Article Metrics

Abstract views : 1755 | views : 1379

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Kehutanan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


© Redaksi Jurnal Ilmu Kehutanan
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
Telp. (0274) 512102, 550541, 6491420
Fax. (0274) 550541 E-mail : jik@ugm.ac.id
website : jurnal.ugm.ac.id/jikfkt/

 

Indexed by:

 

Jurnal Ilmu Kehutanan is under the license of Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International

Creative Commons License