Kajian Sifat Kemagnetan pada Nanopartikel Cobalt Ferrite (CoFe2O4) yang dicoating dengan Polyethylene Glykol ( PEG-4000) dan Silika (Halaman 103 s.d. 107)

https://doi.org/10.22146/jfi.24383

Sulanjari -(1), Winda Noor Santi(2), Annisa Ayu Artanti(3), Edi Suharyadi(4*), Takeshi Kato(5), Satosi Iwata(6)

(1) Laboratorium Fisika Material dan Instrumentasi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, Sekip Utara PO BOX BLS.21, Yogyakarta
(2) Laboratorium Fisika Material dan Instrumentasi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, Sekip Utara PO BOX BLS.21, Yogyakarta
(3) Laboratorium Fisika Material dan Instrumentasi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, Sekip Utara PO BOX BLS.21, Yogyakarta
(4) Laboratorium Fisika Material dan Instrumentasi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, Sekip Utara PO BOX BLS.21, Yogyakarta
(5) Departement of Quantum Engineering, Nagoya University, Furo-cho chikusa-ku, Nagoya, Japan
(6) Departement of Quantum Engineering, Nagoya University, Furo-cho chikusa-ku, Nagoya, Japan
(*) Corresponding Author

Abstract


Telah dilakukan fungsionalisasi CoFe2Omenggunakan Polyethylene Glykol (PEG-4000) dan Silika. Nanopartikel  CoFe2O4 disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Hasil sintesis yang berbentuk serbuk dicoating menggunakan PEG-4000. Kemudian dengan melakukan variasi  konsentrasi PEG-4000, telah diperoleh koersivitas terendah pada konsentrasi 33%. Muncul fasa baru pada CoFe2O4 setelah dicoating PEG-4000, yaitu  yang bersifat antiferromagnetik dan  yang bersifat paramagnetik. Kedua fasa ini menurunkan respon sampel terhadap medan eksternal. Coating PEG juga menyebabkan berkurangnya aglomerasi dan bentuknya lebih bulat. Ukuran butir sampel setelah dicoating meningkat, karena sampel cenderung polidispersif. Selanjutnya, penelitian yang kedua melakukan variasi  konsentrasi silika untuk pengcoatingan CoFe2O4. Nilai koersivitas terendah pada konsentrasi 50%. Muncul puncak difraksi baru setelah dicoating silica, yaitu: (331) pada konsentrasi 20% dan (222) pada konsentrasi 5%. Volume fasa α-Fe2O3 menurun ketika konsentrasi silika dinaikkan. Ukuran sampel pada konsentrasi 5% lebih kecil dibandingkan pada konsentrasi 20%. 

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jfi.24383

Article Metrics

Abstract views : 287 | views : 473

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Fisika Indonesia



JFI Editorial Office

Departement of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Sekip Utara PO BOX BLS 21, 55281, Yogyakarta, Indonesia

Email: jfi.mipa@ugm.ac.id

JFI is indexed by:


Social media icon made by Freepik from www.flaticon.com

Creative Commons License
Jurnal Fisika Indonesia, its website and the articles published are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. © Department of Physics, Universitas Gadjah Mada.

Social media icon made by Freepik from www.flaticon.com

web
analytics View My Stats