Analisis Akord Dmayor pada Alat Musik Gitar Acoustik (Halaman 77 s.d. 81)

https://doi.org/10.22146/jfi.24377

Khairil Anwar(1*), M. Isnaini(2), Linda Sekar Utami(3)

(1) Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Muhammadiyah Mataram Kampus Induk, Jl.KH. Ahmad Dahlan N0.1 Pagesangan Mataram, Telp (0370) 630775
(2) Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Muhammadiyah Mataram Kampus Induk, Jl.KH. Ahmad Dahlan N0.1 Pagesangan Mataram, Telp (0370) 630775
(3) Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Muhammadiyah Mataram Kampus Induk, Jl.KH. Ahmad Dahlan N0.1 Pagesangan Mataram, Telp (0370) 630775
(*) Corresponding Author

Abstract


Bunyi alat musik gitar merupakan salah satu gejala fisika yang menarik untuk dikaji, karena menghasilkan nada kompleks yang merupakan superposisi dari banyak nada murni (harmonik). Akord merupakan prinsip utama dalam memainkan alat musik gitar, salah satunya akord Dmayor yang merupakan superposisi nada A, Fis, dan D secara bersamaan. Secara fisis, kita belum mengetahui mengapa akord Dmayor tersusun atas tiga nada tersebut dan belum terbukti secara konsep fisika apakah benar pernyataan tersebut. Oleh karena itu makalah ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis fenomena akord Dmayor tersebut berdasarkan frekuensi harmonik yang terbentuk. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium berbasis teknologi komputer dengan bantuan perangkat lunak MacScope II dan Matlab. Data direkam dan dianalisis dengan metode matematika FFT (Fast Fourier Transform) untuk menentukan frekuensi harmonik nada-nada penyusun akord Dmayor. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa Nada Fis (F#4) memiliki frekuensi dasar (harmonik pertama) hingga ke-empat, Nada D4 muncul frekuensi harmonik pertama hingga ke lima, Nada A3 diperoleh frekuensi harmonik berturut-turut hingga harmonic ke lima, sedangkan frekuensi harmonik nada D3diperoleh berturut-turut hingga harmonik ke lima, dan akord Dmayor hanya muncul dua frekuensi secara harmonik, dimana frekuensi dasar dan frekuensi atas satu (harmonik ke dua) berturut-turut diperoleh penyimpangan terhadap frekuensi acuan sebesar 0,07%, dan 0,24%. Jadi, berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa akord Dmayor tersusun atas nada-nada D3, A2, D4, dan Fis, hal ini dikarenakan semuanya mengandung frekuensi harmonik yang sesuai dengan frekuensi bunyi akord Dmayor.

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jfi.24377

Article Metrics

Abstract views : 552 | views : 11263

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Fisika Indonesia



JFI Editorial Office

Departement of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Sekip Utara PO BOX BLS 21, 55281, Yogyakarta, Indonesia

Email: jfi.mipa@ugm.ac.id

JFI is indexed by:


Social media icon made by Freepik from www.flaticon.com

Creative Commons License
Jurnal Fisika Indonesia, its website and the articles published are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. © Department of Physics, Universitas Gadjah Mada.

Social media icon made by Freepik from www.flaticon.com

web
analytics View My Stats