(1) Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (*) Corresponding Author
Abstract
Kebutuhan arang aktif di Indonesia semakin meningkat, seiring dengan kemajuan teknologi dan industri di tanah air. Kebutuhan yang meningkat ini harus didukung pula oleh peneliti dan pengusaha yang berkecimpung dibidang arang aktif agar dapat memproduksi arang aktif yang bermutu baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dalam rangka mengembangkan metode pembuatan arang aktif dilaboratorium maka dilakukan penelitian pembuatan arang aktif dengan menggunakan dua metode aktivasi yaitu metode aktivaasi fisika dan metode aktivasi kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui evektivitas dari metode aktivasi fisika dan kimia pada pembuatan arang aktif tempurung kelapa. Aktivasi fisika dilakukan dengan pembakaran pada suhu 500° C selama 4 jam, sedang aktivasi kimia dilakukan dengan melakukan perendaman menggunakan larutan NaOH 0,2 N selama 18 jam. Pengujian kualitas mengacu pada SNI 06-3730-1995 tentang syarat mutu dan pengujian arang aktif. Hasil Analisis arang aktif metode aktifasi fisika diperoleh rendemen sebesar 86.7%, kadar abu 8,46%, kadar air 6,0%, kadar zat mudah menguap 37,12%, dan daya serap iodium sebesar 555,32mg/g. Metode aktifasi kimia menghasilkan rendemen sebesar 63,7%, kadar abu 0,75%, kadar air 3,6%, kadar zat mudah menguap 35,06%, dan daya serap iodium sebesar 317,25mg/g.
_____,1995. “SNI 06-3730-1995: Arang Aktif Teknis”. Dewan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Harris, P. 1999. On charcoal. Interdiciplinary science review 24(4) :301-306
Lempang, M. Info Teknis Eboni. Vol 11 No 2, Desember 2014 : 65-80
Muthscer, E. 1986. Dinamika obat. ITB Bandung, Edisi kelima. Terjemahan Mathilda BW, Anna SR. Penerbit ITB Bandung : 729-731
Pari G, Hendra D, Pasaribu RA, 2006. Pengaruh Lama Waktu Aktivasi dan Konsentrasi Asam Fosfat Terhadap Mutu Arang Aktif kayu Accacia mangium. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 24(1) : 33-46
Polii FF. 2017. Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 12 No 2 Desember : 21-2