Rancang Bangun Corong Barlese Dalam Rangka Mendukung Praktikum Ekologi Dasar
Lies Winarsih(1*), Aprira Aprira(2), Dedi Susanto(3), Darmi Darmi(4)
(1) Laboratorium biologi sub lab ekologi dan biokonservasi prodi Biologi fakuktas MIPA Universitas Bengkulu
(2) Laboratorium biologi sub lab ekologi dan biokonservasi prodi Biologi fakuktas MIPA Universitas Bengkulu
(3) Laboratorium biologi sub lab ekologi dan biokonservasi prodi Biologi fakuktas MIPA Universitas Bengkulu
(4) Laboratorium biologi sub lab ekologi dan biokonservasi prodi Biologi fakuktas MIPA Universitas Bengkulu
(*) Corresponding Author
Abstract
Salah satu kegiatan di laboratorium Biologi adalah mempelajari hewan yang hidup di tanah, khususnya di serasah atau lapisan tanah paling atas. Kelompok hewan makroarthropoda tanah ini dipisahkan dari serasah dengan menggunakan alat corong (barlese). Dengan menggunakan alat ini, serasah ditampung di wadah yang tersedia kemudian dihangatkan sedemikian rupa sehingga makroarthropoda yang hidup di dalamnya pindah ke ruang yang lebih dingin yaitu wadah penampung yang berisi larutan alkohol 70 %. Di laboratorium Biologi tidak tersedia (corong barlese), sehingga menghambat pelaksanaan praktikum dengan judul “Teknik Sampling Hewan”.Oleh karena itu, dalam penelitian ini dirancang (corong barlese ) yang dirangkai dari peralatan sederhana yang mudah didapatkan untuk membantu laboratorium mendapatkan peralatan penunjang yang murah dan mudah tetapi tetap efisien dalam fungsi. Hasil dari penelitian ini adalah prototipe yaitu corong (barlese) terbuat dari plat seng yang dibuat berbentuk dua buah corong yang saling bertangkup. Corong (barlese) ini disusun paralel sebanyak 4 unit dalam satu rangkaian alat dengan tiang penyangga untuk menjaga corong (barlese) tetap kokoh pada posisinya. Rangkaian alat ini juga dilengkapi dengan pemanas listrik menggunakan lampu 15 (wath) dan 25 (wath ) untuk memisahkan hewan tanah dari serasah. Pengujian peralatan dilakukan selama 2 kali 24 jam. Indikator pengujian alat meliputi kemudahan perangkaian alat, efektitifitas pemakaian dan kemampuan alat dalam memisahkan hewan tanah dari serasah. Dari hasil pengujian dengan 10 responden didapatkan 95% menyatakan sangat mudah dalam hal perangkaian alat, 100% menyatakan sangat efektif. Dalam pengujian pemisahan hewan tanah didapat sebanyak 24 spesies dengan jumlah 55 individu.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Husamah,A. Rahardjanto,A,M.Huda, 2017,Ekologi Hewan Tanah (Teori dan Praktek ) UMM Pres Malang.
Indriyani dan Lestari Wibowo,2008, Keragaman Dan Kelimpahan Collembola Serta Arthropoda Tanah Di Lahan Sawah Organik Dan Konvensional Pada Masa Bera,J.HPT Tropika, Vol 8, No 2 hal 110-116
Missisipientomologi museum,https://missisipientomologicalmuseum.org.msstate.edu
Nurdin Muhamad Sun, 2003, Ekologi Hewan Tanah , Bumi Aksara Edisi 4
Rifianti Niswah,et.al, 2019, Pengaruh Perbedaan Aplikasi Pada Struktur Komunitas Mikroarthropods Tanah dalam Skala Lapangan Dan Laboratorium,Bioma,Vol 21, No 2,hal 146- 153.
Wulandari, S, Sugiyarto dan Wiryawan, 2005, Dekomposisi Bahan Organik Tanaman Serta Pengaruhnya Terhadap Keanekaragaman Mesofauna dan Makrofauna Tanah Di Bawah Tegakan Sengin,Bo SMART, Vol7,hal 104-10Article Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Authors

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
The Indonesian Journal of Laboratory ISSN 2655-1624 (online), ISSN 2655-4887 (print) adalah Jurnal Pranata Laboratorium Pendidikan yang diterbitkan oleh Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Universitas Gadjah Mada. The content of this website is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
