Purwarupa Sistem Pemantau Getaran pada Bangunan Bertingkat Dua Menggunakan Sensor Akselerometer

https://doi.org/10.22146/ijeis.3894

Indra Rakhmadi(1*), Panggih Basuki(2)

(1) 
(2) Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika, FMIPA UGM, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Getaran merupakan salah satu penyebab gempa bumi dimana terjadi pada kerak bumi sebagai gejala pengiring aktivitas tektonis maupun vulkanis dan terkadang runtuhan bagian bumi secara lokal. Bangunan sebagai sasaran utama bagi gempa bumi harus diperhatikan agar tahan terhadap gempa.Seiring berkembangnya teknologi, getaran pada suatu bangunan dapat dipantau untuk memberikan kemudahan dalam pengukuran data lapangan agar menjadi lebih efektif.

Pada penelitian ini, dirancang dan diimplementasikan sebuah sistem yang dapat memantau getaran dan amplitudo terbesar pada struktur bangunan yang diakibatkan oleh getaran tersebut.Pembacaan terhadap getaran dilakukan dengan menggunakan dua sensor akselerometer yang ditempatkan pada lantai bangunan, kemudian data percepatan dianalisis dengan Fast Fourier Transform (FFT) untuk mendapatkan nilai amplitudo terbesar dalam domain frekuensi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai amplitudo terbesar pada lantai 1 lebih kecil dibandingkan dengan nilai amplitudo terbesar pada lantai 2. Amplitudo terbesar pada lantai 1 adalah arah X = 0,817 cm, arah Y = 0,481 cm, dan arah Z = 1,628 cm. Amplitudo terbesar pada lantai 2 adalah arah X = 1,197 cm, arah Y = 0,681, dan arah Z = 1,961 cm.

 

Kata kunci— Pemantauan getaran, bangunan bertingkat dua, sensor akselerometer, Fast Fourier Transform

 

Abstract

Vibration is one of the causes of earthquakes which occurred in the earth's crust as a symptom of tectonic and volcanic activity accompanist and sometimes ruins the earth part locally. Building as the main target for earthquakes should be considered to be resistant to earthquakes. As the development of technology, a vibration in a building can be monitored to provide ease of field data measurements in order to become more effective.

In this study, designed and implemented a system that can monitor the vibration and the largest amplitude of the structure caused by the vibration. Reading of the vibration sensor was done using two accelerometers placed on the floor of the building, then acceleration data were analyzed with Fast Fourier Transform (FFT) to obtain the largest amplitude value in frequency domain.

The results showed that the largest amplitude values on the 1st floor is smaller than the value of the amplitude of the largest on the floor 2. Greatest amplitude on the 1st floor is the direction of X = 0,817 cm, the direction Y = 0,481 cm, and the direction of Z = 1,628 cm. Greatest amplitude on the 2nd floor is the direction of X = 1,197 cm, the direction Y = 0,681 and Z = 1,961 cm direction.

 

Keywords— Vibration monitoring, two-floor building, accelerometer sensor, Fast Fourier Transform

 


Keywords


Vibration monitoring, two-floor building, accelerometer sensor, Fast Fourier Transform

Full Text:

PDF


References

[1]     Priatama, A. S., 2009, Sistem pemantauan kondisi struktur bangunan menggunakan jaringan sensor nirkabel, digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-9425-2205100013-Paper.pdf, diakses tanggal 26 Juli 2013.

[2]     Sutantri, F. A., 2011, Purwarupa Pemantau Getaran pada Jembatan Menggunakan Fasilitas SMS (Short Message Service) dan Accelerometer, http://dirmawa.ugm.ac.id/wp.../belum-ttd-ss-2010.pdf,  diakses tanggal 1 September 2012.

[3]     Ishak, M., dan Rivai, 2012, Analisis Proteksi Vibrasi pada Pompa Sentrifugal dengan Menggunakan Fast Fourier Transform dan Neural Network, digilib.its.ac.id/public/ITS-paper-20098-Paper.pdf‎, diakses tanggal 27 Juli 2013

[4]     Adhit, 2010, Pengolahan Sinyal Digital menggunakan Komponen DSP FFT di Delphi 7, http://adhit8.blogspot.com/2010/04/pengolahan-sinyal-digital-menggunakan.html, diakses tanggal 28 Juli 2012.



DOI: https://doi.org/10.22146/ijeis.3894

Article Metrics

Abstract views : 800 | views : 702

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 IJEIS - Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



Copyright of :
IJEIS (Indonesian Journal of Electronics and Instrumentations Systems)
ISSN 2088-3714 (print); ISSN 2460-7681 (online)
is a scientific journal the results of Electronics
and Instrumentations Systems
A publication of IndoCEISS.
Gedung S1 Ruang 416 FMIPA UGM, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Fax: +62274 555133
email:ijeis.mipa@ugm.ac.id | http://jurnal.ugm.ac.id/ijeis



View My Stats1
View My Stats2