Satuan Ekspresi Pengungkap Warna Perona Bibir Produksi Artis Indonesia

Patricia Elsa Marchelia Wibiasty

Abstract


Penelitian ini mengkaji satuan ekspresi pengungkap warna perona bibir yang diproduksi oleh artis Indonesia dengan tinjauan semantik. Fokus tinjauan penelitian ini ialah makna referensial dan asosiasi yang digunakan dalam proses pengungkapan warna perona bibir. Penelitian ini berada dalam kerangka teori semantik. Dari hasil analisis diketahui bahwa proses pengungkapan warna perona bibir produksi artis Indonesia tidak hanya mengacu istilah warna, tetapi juga mengacu istilah nonwarna yang berasal dari berbagai ranah semantis. Ranah semantis yang dominan digunakan ialah flora, sifat, makanan dan minuman, serta asmara. Pengacuan istilah nonwarna dalam satuan ekspresi pengungkapan warna terjadi karena keterbatasan istilah warna. Dari hasil analisis juga diketahui bahwa bahasa yang paling sering digunakan untuk mengungkapkan warna perona bibir yang diproduksi oleh artis Indonesia adalah bahasa Inggris, dan bukan bahasa Indonesia. Dalam hal ini bahasa Inggris dianggap memiliki nilai prestise yang lebih tinggi sehingga dirasa bisa meningkatkan pemasaran produk tersebut.

 

 


References


Duranti Alessandro, 1997. Linguistic Antrhopology. Cambridge: Cambridge University Press.

Foley, William A. 1997. Anthropological Linguistics. Massachusetts: Blackwell Publisher Inc.

Pateda, Mansoer. 2001. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.

Reynolds, Helen. 2011. Mode dalam Sejarah: Riasan Wajah dan Tubuh. Jakarta: KPG.

Sumarsono. 2007. Pengantar Semantik. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Wolf, Naomi. 2004. Mitos Kecantikan: Kala Kecantikan Menindas Perempuan. Yogyakarta: Penerbit Niagara.

Wijana, I Dewa Putu. 2010. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

_________________. 2016. “Indonesian and Malaysian in Crossroads: A Study on Syntactic Structures of Cosmetics Products Labels in Both Countries. Isu-isu Mutakhir dalam Kajian Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: Interlude.

Yunyu, Xu. 2015. “Warna dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia: Sebuah Kajian Linguistik Antropologis”. Disertasi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

DAFTAR LAMAN

Ogilvie, Madeleine dan Pauline Kristensen. 2001. “Why Women Wear Lipstick: Preliminary Findings”. Dapat diakses di https://www.researchgate.net/.

Schaffer, Sarah. 2007. “Reading Our Lips: The History of Lipstick Regulation in Western Seats of Power”. Digital Access to Scholarship at Harvard. Dapat diakses di https://www.researchgate.net/.

SUMBER DATA

https://www.instagram.com/sanaturelofficial/. Diakses pada 10 April 2018.

https://www.instagram.com/rossabeauty.id/. Diakses pada 10 April 2018.

https://www.instagram.com/zamcosmetics/. Diakses pada 10 April 2018.

https://www.instagram.com/jedarcosmetic/. Diakses pada 10 April 2018.

https://www.instagram.com/inulbeauty/. Diakses pada 10 April 2018.

https://www.instagram.com/dissy.id/. Diakses pada 10 April 2018.

https://www.instagram.com/ivangunawan_cosmetics/. Diakses pada 15 April 2018.


Full Text: PDF

DOI: 10.22146/db.v1i2.47200

Refbacks

  • There are currently no refbacks.