Pemertahanan Bahasa di Ranah Pendidikan: Studi Pemertahanan Bahasa di Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur

Muh. Ardian Kurniawan, Roni Amrulloh

Abstract


Makalah ini merupakan studi pemertahanan bahasa di ranah pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan bentuk dan strategi pemertahanan bahasa Samawa oleh masyarakat Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur di ranah pendidikan. Fokus penelitian ini adalah pola komunikasi masyarakat desa tersebut, dalam konteks sebagai siswa atau sebagai guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap. Analisis data menggunakan metode padan ekstralingual. Penelitian ini menemukan bahwa di ranah pendidikan, masyarakat Desa Kuang Baru menggunakan tiga kode bahasa dalam berkomunikasi, yaitu bahasa Samawa, bahasa Sasak, dan bahasa Indonesia. Bahasa Samawa digunakan di kelas tingkat pendidikan PAUD dan SD tingkat awal atau partisipan adalah sesama penutur bahasa Samawa yang berasal dari Desa Kuang Baru. Bahasa Indonesia hanya digunakan dalam percakapan yang terjadi di ruang kelas dengan situasi formal. Sementara itu, pemakaian bahasa Sasak digunakan pada tingkat pendidikan SD akhir dan SMP. 

 


References


Chaer, Abdul dan Leoni Agustina. 2010. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rinneka Cipta.

Cohn, Abigail C. dan Maya Ravindranath. 2014. “Local Language in Indonesia: Language Maintenance or Language Shift”.Dalam Linguistik Indonesia Vol. 32 No. 2 Tahun 2014. Hal. 131-148.

Mahsun.2007. Metode Penelitian Bahasa (Edisi Revisi). Jakarta: Jakarta: Raja Grafindo.

Septiningsih, Lustantini. 2010. “Pemertahanan Bahasa Daerah: Studi Kasus Bahasa Jawa dalam Karya Sastra Indonesia”. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pemertahanan Bahasa Nusantara.Hal. 84-89. Semarang: Program Pascasarjana Linguistik Universitas Diponegoro.

Sumarsono. 1990. Pemertahanan Bahasa Melayu Loloan di Bali. Disertasi Doktoral. Tidak Diterbitkan. Jakarta: Universitas Indonesia.

Sumarsono. 2011. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Wamalwa, Eric W. dan Stephen B.J. Oluoch. 2013. “Language Endangerment and Language Maintenance: Can Endangered Indigenous of Kenya Be Electronically Preserved?” dalam International Journal of Humanities and Social Science Vol. 3, No. 7, April 2013. Hal.258-266.

Wijana, I Dewa Putu. 2005. “Pemertahanan Dialek Banyumas terhadap Dominasi Dialek Solo-Yogya”. Dalam Humaniora Vol. 17, No. 2, Juni 2005.Hal.154-159.


Full Text: PDF

DOI: 10.22146/db.v1i1.47090

Refbacks

  • There are currently no refbacks.