Evaluasi manajemen limbah medis puskesmas di kabupaten Mojokerto berdasarkan status akreditasi

https://doi.org/10.22146/bkm.44214

Mika Vernicia Humairo(1*), Sarto Sarto(2), Wiranto Wiranto(3)

(1) Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
(3) Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan: Melakukan evaluasi manajemen limbah medis puskesmas di Kabupaten Mojokerto berdasarkan status akreditasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode kualitatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu studi kasus di puskesmas di Kabupaten Mojokerto. Penelitian dilakukan di 9 puskesmas berdasarkan status akreditasi dan adanya tenaga sanitarian. Hasil: Puskesmas N dengan status madya melaksanakan komponen CIPP manajemen limbah medis terbaik dengan persentase 70,7%. Puskesmas T yang belum terakreditasi melaksanakan komponen CIPP manajemen limbah medis terendah dengan persentae 46,3%. Manajemen limbah medis merupakan salah satu kriteria penilaian status akreditasi yang hanya berpengaruh 2,21-8,83%. Penilaian status akreditasi puskesmas dipengaruhi oleh berbagai aspek, sehingga tidak bergantung hanya pada manajemen limbah medis. Aspek yang menentukan status akreditasi puskesmas yaitu administrasi dan manajemen, Upaya Kesehatan Perorangan, dan Upaya Kesehatan Masyarakat. Rata-rata pelaksanaan komponen CIPP manajemen limbah medis pada puskesmas dengan status akreditasi utama sama dengan puskesmas yang belum terakreditasi. Hal ini dapat terjadi, sebab penilaian status akreditasi bukan hanya ditentukan oleh manajemen limbah medis yang telah dilakukan, namun dipengaruhi faktor lain dan juga pengaruh manajemen limbah medis terhadap status akreditasi cukup kecil. Apabila manajemen limbah medis memiliki pengaruh yang cukup besar dalam menentukan status akreditasi maka dapat membuat implementasinya sesuai dengan status akreditasi yang diperoleh. Simpulan: Pelaksanaan komponen CIPP pengelolaan limbah medis puskesmas di Kabupaten Mojokerto cukup baik dengan rata-rata pelaksanaan dari 9 puskesmas lebih dari 50%, namun pelaksanaan komponen CIPP pengelolaan limbah medis tidak berpengaruh terhadap status akreditasi 9 puskesmas di Kabupaten Mojokerto.

Keywords


evaluation; puskesmas; medical waste; CIPP; accreditation status




DOI: https://doi.org/10.22146/bkm.44214

Article Metrics

Abstract views : 668

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Berita Kedokteran Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Berita Kedokteran Masyarakat ISSN 0215-1936 (PRINT), ISSN: 2614-8412 (ONLINE).

Indexed by:


Web
Analytics Visitor Counter