PERENCANAAN PENGEMBANGAN WISATA PANTAI BERBASIS POTENSI SUMBERDAYA ALAM DAN DAYA DUKUNG KAWASAN DI DESA SAWARNA, BANTEN (Coastal Tourism Development Based on Natural Resources and Carrying Capacity in Sawarna Village, Banten)

https://doi.org/10.22146/jml.23076

Kaulina Silvitiani(1*), Fredinan Yulianda(2), Vincentius P Siregar(3)

(1) Sekolah Pascasarjana, Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir, Institut Pertanian Bogor, Gedung Sekolah Pascasarjana Lantai II Kampus IPB Baranangsiang Bogor 16144
(2) Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agatis Kampus IPB Darmaga, Bogor
(3) Departemen Teknologi dan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agatis Kampus IPB Darmaga, Bogor
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK

Sebagian besar kawasan pesisir di Indonesia merupakan kawasan alami yang memiliki potensi wisata dan belum dikembangkan secara optimal, salah satunya ialah kawasan pesisir Desa Sawarna yang berada di Kecamatan Bayah. Kegiatan wisata di daerah ini telah lama berlangsung, dan Desa Sawarna memiliki kawasan pantai yang luas dan indah dengan batu-batu karang yang menjadi salah satu daya tarik wisata. Tempat ini juga menjadi tempat wisata selancar oleh turis-turis mancanegara namun dalam pengelolaan masih sebatas oleh masyarakat lokal dan aparat desa. Tujuan dari penelitian ini yaitu menilai kesesuaian wisata pantai dan wisata selancar di Desa Sawarna, menilai daya dukung kawasan Desa Sawarna untuk menunjang kegiatan pengembangan wisata pantai dan selancar, kemudian menghasilkan arahan lokasi wisata pantai dan wisata selancar di Desa Sawarna. Metode yang digunakan adalah analisis kesesuaian wisata pantai dan wisata selancar guna menentukan kawasan wisata, analisis daya dukung kawasan guna mengestimasi daya tampung wisatawan dalam suatu kawasan. Berdasarkan analisis kesesuaian potensi sumberdaya alam yang dapat digunakan menjadi kawasan wisata pantai adalah Pantai Legon Pari, Pantai Karang Bereum, Pantai Tanjung Layar, Pantai Ciantir, Pantai Goa Langir dan Pantai Pulo Manuk. Sedangkan kawasan yang berpotensi dikembangkan sebagai lokasi wisata selancar antara lain Pantai Legon Pari, Pantai Ciantir dan Pantai Pulo Manuk. Pantai ciantir memiliki estimasi daya dukung ekologis yang paling tinggi yaitu sebanyak 567 orang/hari.

 

ABSTRACT

Most coastal areas in Indonesia are natural areas that have tourism potential and not yet developed, one of which is the village Sawarna Coast region in Sub Bayah. Tourist activities in this area has long been underway, and the Village Sawarna have extensive coastal areas and beautiful with rocks that became one of the tourist attraction. The place is also a place of surfing by foreign tourists, but the management is still limited by the local community and village officials. The purpose of this study is assessing the suitability of coastal tourism and surfing in the village Sawarna, assessing the carrying capacity Sawarna Village area to support the development of coastal tourism and surfing, then generating leads beaches and tourist sites in the village Sawarna surfing. The method used is the analysis of the suitability of coastal tourism and surfing to determine the tourist area, the analysis of the carrying capacity of the region to estimate the capacity of tourists in an area. Based on the analysis of the suitability of potential natural resources can be used as coastal resorts are Legon Pari Beach, Karang Bereum Beach, Tanjung Layar Beach, Ciantir Beach, Goa Langir Beach and Pulo Manuk Beach. While the region has the potential to be developed as a tourist destination among others Coast surfing are Legon Pari Beach, Ciantir Beach, m Pulo Manuk Beach. Ciantir Beach has estimated the ecological carrying capacity of the highest of 567 people / day.


Keywords


daya dukung kawasan; kesesuaian wisata; pengembangan; wisata pantai; wisata selancar; wisata pesisir; beach tourism; carrying capacity area; coastal tourism development; suitability tourism; surfing tourism

Full Text:

PDF


References

Anonim, 2014. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lebak 2014-2034 Materi Teknis. BAPPEDA Kabupaten Lebak, Banten

Aziz, Z., Petrus, S., dan Ibnu, P., 2012. Studi Kesesuaian Perairan Pantai Tanjung Setian Sebagai Kawasan Wisata Bahari Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung. J. Marine Research. 1(2):125-134.

Blancas, F.J., Mercedes, G., Macarena, L.O., dan Fatima, F., 2010. The Assessment of Sustainable Tourism: Application to Spanish Coastal Destinations. Ecological Indicators. 10:484-492.

Hakim, L.A.F., 2007. Penentuan Zona Potensial Pariwisata Bahari di Pesisir Pantai Selatan Pulau Lombok, NTB dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Houston, J.R., 2013. The Economic Value of Beaches: Update. Shore & Beach. 81(1):3-11.

Jurado, E.N, Damian, I.M., dan Morales, A.F., 2013. Carrying Capacity Model Applied In Coastal Destinations. Ann. Tourism Res., 43:1-19.

Lucrezi, S., Melville, S., dan Peet, V.D.M., 2015. Managing Beaches and Beachgoers: Lessons from and the Blue Flag Award. Tourism Management. 48:211-230.

Pangemanan, A., Maryunan, Luchman, H., dan Bobby, P., 2012. Economic Analysis of Bunaken Nasional Park Ecotourism Area Based on the Carrying Capacity and Visitation Level. Asian Transaction on Basic and Applied Sciences. 2(4):34-40.

Phiplips, M.R., dan House, C., 2009. An Evaluation of Priorities for Beach Tourism: Case Studies from South Wales, UK. Tourism Management, 30:176-183.

Putera, A.H.F., Fachrudin, A., Niken, T.M.P., dan Setyo, B.S., 2012. Kajian Keberlanjutan Pengelolaan Wisata Pantai di Pantai Pasir Putih Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kepariwisataan Indonesia. 8(3):241–254.

Roca, E., Villares, M., dan Ortego, M.I., 2009. Assessing Public Perceptions on Beach Quality According to Beach Users’ Profile: A Case Study in the Costa Brava (Spain). Tourism Management, 30(4):598-607.

Schlancher, T.A., Jones, A.R., Dugan, J.E., Wesston, M.A., Harris, L., dan Schoeman, D.S., 2014. Open-Coast Sandy Beaches and Coastan Dunes. In B. Maslo J L Lockwood (Eds). Coastal Conservation. pp37-94.

Sobari, M.P., Gatot, Y., dan Desi, N., 2006. Analisis Permintaan Rekreasi dan Strategi Pengembangan Wisata Bahari Pantai Kalianda Resort, Kabupaten Lampung Selatan. Buletin Eonomi Perikanan. 6(3):26-39.

Yulianda, F., 2007. Ekowisata Bahari sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir Berbasis Konservasi.. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Yulianda, F., Fachrudin, A., Armin, A.H., Sri, H., Kusharjani, dan Ho, S.K., 2010. Pengelolaan Pesisir dan Laut Secara Terpadu. Pusdiklat Pelatihan Kehutanan-SECEM-KOICA, Bogor.

Wei, C., Zhong-Yang, G., Jian-Ping, W., dan Shu-Feng, Y., 2014. Constucting an Assesment Indices Systems to Analyze Integrated Regional Carrying Capacity in the Coastal Zones – A Case in Nantong. Ocean &Coastal Management. 93:51-59.



DOI: https://doi.org/10.22146/jml.23076

Article Metrics

Abstract views : 1274 | views : 1212

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Manusia dan Lingkungan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JML Indexed by:


Web
Analytics View My Stats