Cover Image

OPTIMALISASI LAHAN USAHATANI BERBASIS KAKAO UNTUK PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DAS KRUENG SEULIMUM PROVINSI ACEH (Land Optimization of Cocoa Based on Farming for Agricultural Sustainable Development in Krueng Seulimum Watershed Aceh Province)

https://doi.org/10.22146/jml.18762

Halim Akbar(1*), Kukuh Murtilaksono(2), Naik Sinukaban(3), Sitanala Arsyad(4)

(1) Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, Jln. Kampus Unimal Cot Tgk Nie Reuleut, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara 24355.
(2) Departemen Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680.
(3) Departemen Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680.
(4) Departemen Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680.
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK

Perubahan penggunaan lahan di DAS Krueng Seulimum menjadi lahan pertanian tanpa penerapan agroteknologi telah menyebabkan tingginya erosi dan produktivitas lahan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik lahan dan agroteknologi yang diterapkan pada tanaman kakao, menganalisis alokasi lahan optimal untuk usahatani berbasis kakao dan agroteknologi yang cocok untuk mengurangi erosi dan meningkatkan pendapatan petani, dan merumuskan perencanaan usahatani berbasis kakao berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani berbasis kakao berkelanjutan dapat dicapai dengan penerapan agroteknologi pemupukan lengkap pada lereng 7%, pemupukan lengkap+pembuatan teras gulud dengan tanaman penguat teras pada lereng 14% dan pemupukan lengkap+pembuatan teras gulud dengan tanaman penguat teras + pemberian mulsa 6 ton.ha-1.thn-1 pada lereng 21% dapat mengendalikan erosi hingga lebih kecil dari erosi yang dapat ditoleransikan (ETol) dan memberikan pendapatan usahatani lebih besar dari kebutuhan untuk hidup layak (KHL). Tipe usahatani yang optimal di DAS Krueng Seulimum adalah tipe usahatani kakao+pisang (KPs) pada lahan 1,50 ha dengan menerapkan agroteknologi pemupukan+pembuatan teras gulud+tanaman penguat teras ditambah dengan pemberian mulsa 6 ton.ha-1.thn-1 dapat menekan erosi di bawah ETol (16,03-38,64 ton.ha-1.thn-1) dengan pendapatan optimum sebesar Rp 42,954,150 kk.thn-1.

 

ABSTRACT

Land use changes in the Krueng Seulimum watershed into agricultural land without application of suitable agro-technology have led to high erosion and low land productivity. This study aims to assess the characteristics of the land and agro-technology applied the cocoa crop, analyze the allocation of optimal land for cocoa farming and suitable agro-technology to reduce erosion and to increase farmers’ income and formulate cocoa based on sustainable farming plans. The results show that sustainable cocoa based farming can be achieved with the implementation of agro-technology with complete fertilizer at 7% slope, complete fertilizer plus making grass planted bund-terrace at 14% slope and making grass planted bund terrace plus mulching 6 ton.ha-1.year- at the 21% slope, to reduce erosion less than ETol and provide farming income bigger than the need for minim living standart (MLS). Cocoa farming type plus banana (KPs) in the Krueng Seulimum watershed on 1.5 ha land area by applying agro-technology bund terrace plus mulching 6 ton.ha-1.year-1 can suppress erosion under ETol (16.03 - 38.64 ton.ha-1.year-1) with optimum income of Rp 42,954,150 kk-1.year-1.


Keywords


optimasi; kakao; erosi; pendapatan; agroteknologi; pertanian berkelanjutan; land use; cocoa; erosion; income; agro-technology; sustainable farming



References

Abas, A., Soelaeman, Y., dan Abdurrahman, A., 2003. Keragaman dan Dampak Penerapan Sistem Usahatani Konservasi Terhadap Tingkat Produktivitas Lahan Perbukitan Yogyakarta. Jurnal Litbang Pertanian, 22(2):49-56.

Abdurachman, A., dan Sutono., 2002. Teknologi Pengendalian Erosi Lahan Berlereng. Dalam Abdurachman, A. Mappaona dan Saleh, A. Teknologi Pengelolaan Lahan Kering. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Bogor.

Akbar, H., 2015. Perencanaan Penggunaan Lahan dan Konservasi Tanah di DAS Krueng Peuto Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Lentera, 15(12):21-30.

Anonim, 2005. Aceh Besar dalam Angka 2004/2005. Jantho.

Anonim, 2008. Luas dan Produksi Komoditi Kakao Perkebunan Rakyat Provinsi Aceh Berdasarkan Kabupaten dan Kota. Dinas Perkebunan dan Kehutanan. Banda Aceh.

Anonim, 2011. Citra Landsat Aceh. Badan Planologi Departemen Kehutanan. Jakarta.

Anonim, 2012. Tiap Tahun Aceh Kehilangan 23.124 hektar. http://www.kompas.com [2 Jan 2012].

Dariah, A., Agus, F., Arsyad, S., Sudarsono, dan Maswar., 2004. Erosi dan Aliran Permukaan pada Lahan Pertanian Berbasis Tanaman Kopi di Sumberjaya Lampung Barat. Jurnal Agrivita, 26(1):52-59.

Dewi, I., Trigunasih, N.M., dan Kusmawati, T., 2012. Prediksi Erosi dan Perencanaan Konservasi Tanah dan Air pada DAS Saba. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 1(1):12-23.

Djaenudin, D., Marwan, H., Subagyo, H., Mulyani, A., dan Suharta, N., 2003. Kriteria Kesesuaian Lahan Untuk Komoditas Pertanian. Versi 4. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Badan Litbang Pertanian, Bogor.

Erfandi, D., 2013. Teknik Konservasi Tanah Lahan Kering untuk Mengatasi Degradasi Lahan pada Desa Mojorejo Lamongan. Jurnal Bumi Lestari, 13(1):91-97.

Klingebiel, A.A., and Montgomery, P.M., 1973. Land Capability Classification. Agric. Handb. No. 210, USDA-SCS.

Mawardi, 2011. Peranan Teras Kredit Sebagai Pengendali Laju Erosi pada Lahan Bervegetasi Kacang Tanah. Jurnal Teknis, 6(3):105-113.

Muminah, 2009. Pengolahan Tanah dan Pemberian Mulsa Jerami Terhadap Produksi Tanaman Jagung, Kacang Tanah dan Erosi Tanah. Jurnal Agrisistem, 5(1):40-46.

Sajogyo, dan Sajogyo, P., 1990. Sosiologi Pedesaan. Jilid 2. Universitas Gadjah Mada Press. Yogyakarta.

Sinukaban, N., 2001. Sistem Pertanian Konservasi Kunci Pembangunan Pertanian Berkelanjutan. Prosiding Kebijakan Konservasi Tanah dan Air dalam Mendukung Pelaksanaan Otonomi Daerah. MKTI-April 2001, Medan.

Sinukaban, N., 2005. Implikasi Otonomi Daerah Pada Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Makalah disampaikan pada Seminar dalam rangka Peringatan Satu Abad Lembaga Penelitian Tanah Indonesia pada 28-29 Juni 2005 di Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu. Bogor.

Siswanto, 1990. Sistem Komputer Manajemen Lindo. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta

Soekartawi, 2002. Analisis Usahatani. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Suyana, J., 2014. Perencanaan Usahatani Lahan Kering Berkelanjutan Berbasis Tembakau Di Sub DAS Progo Hulu Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah. Buletin Tanaman Tembakau, Serat dan Minyak Industri. 6(1):32-49.

Suwardjo, 1981. Peranan Sisa-sisa Tanaman dalam Konservasi Tanah dan Air dalam Usahatani Tanaman Semusim. Disertasi. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Syam, A., 2003. Sistem Pengelolaan Lahan Kering di DAS Bagian Hulu. Jurnal Litbang Pertanian. 22(4):162-171.

Thong, K.C., and Ng, W.L., 1978. Growth and Nutrient Consumption of Monocorp Cocoa Plant in Island Malaysia Soil. Int. Cocoa Coconut Conf. Kuala Lumpur. P 25.

Wahyuzar, D., 2005. Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Puncak Di DAS Krueng Seulimum. Skripsi. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Wischmeier, W.H., and Smith, D.D., 1978. Predicting Rainfall Erosion Losses A Guide to Conservation Planning. USDA Agric, Handb. No. 537. 58 pp.

Wood, S.R., and Dent, F.J., 1983. A Land Evaluation Computer System Methodology. AGOF/INS/78/006. Manual 5 versi 1. Ministry of Agriculture Govern of Indonesia in corporation with UNDP and FAO.



DOI: https://doi.org/10.22146/jml.18762

Article Metrics

Abstract views : 1770 | views : 1061

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Manusia dan Lingkungan



JML Indexed by:


Web
Analytics View My Stats