Cover Image

KAJIAN LINGKUNGAN RENCANA RELOKASI KWPLH BERUANG MADU DI KOTA BALIKPAPAN-PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (Environmental Study of Sun Bear KWPLH Relocation Plan in Balikpapan-East Kalimantan)

https://doi.org/10.22146/jml.18759

Sri Ngabekti(1*)

(1) Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang, Jalan Raya Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229.
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK

Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) beruang madu (Helarctos malayanus) Balikpapan merupakan pusat pendidikan lingkungan yang dianggap sangat profesional, bersih dan dikelola dengan baik. Permasalahannya muncul pada tahun 2013 dengan adanya usulan relokasi beruang madu (dan enklosur) ke Km 10 (Arboretum Wana Wisata Inhutani), karena lokasi yang lama akan dialihfungsikan menjadi bumi perkemahan. Relokasi beruang madu ke habitat baru memerlukan kajian lingkungan yang mendalam untuk menentukan kelayakan lokasi baru sebagai habitat beruang madu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian lingkungan rencana relokasi beruang madu di Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei langsung dengan pengamatan dan pengukuran kondisi lingkungan (fisik/abiotik, biotik). Kuesioner dan pedoman wawancara digunakan untuk mengkaji aspek sosial-budaya di lokasi KWPLH beruang madu (Km 23) dan rencana relokasi di Km 10. Berdasarkan hasil pengukuran, observasi, dan analisis ketiga aspek lingkungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Km 10 dapat digunakan untuk relokasi beruang madu. Namun untuk meminimalisir dampak sosial, direkomendasikan agar beruang madu di Km 23 tidak direlokasi, dan dibuat lagi enklosur beruang madu di Km 10 untuk merawat beruang madu hasil sitaan yang lain.

 

ABSTRACT

“Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup” (KWPLH) of sun bear (Helarctos malayanus) Balikpapan is an environmental education center which is considered to be very professional, clean and well managed. The problem appeared in 2013 with the proposal of sun bear relocation (and enclosure) to Km 10 (Arboretum Wana Wisata Inhutani) because the old location will be converted into a camping ground . Sun bear relocation to a new habitat needs depth environmental study to determine the feasibility of the new location as sun bear habitat. This study aims to conduct an environmental study of sun bear relocation plan in Balikpapan. Research method used in this study is a direct survey method with observation and measurement of environmental conditions ( physical / abiotic, biotic, and socio-cultural) on the location KWPLH sun bear (Km 23) and relocation plan at Km 10, complemented by interviews and document analysis. Based on the results of measurement, observation, and analysis of those three environmental aspects , it can be concluded that the Km 10 can be used to relocate bears. However, to minimize the social impact, it is recommended that sun bears at Km 23 are not relocated, and another sun bear enclosure is made at Km 10 to treat the other of confiscated bears.


Keywords


arboretum; beruang madu; wisata pendidikan; wana wisata; arboretum; educations tour; jungle tour; sun bear



References

Anonim, 2005. Surat Keputusan Walikota Balikpapan No. 188.45-72 tentang Penetapan Beruang Madu sebagai Maskot Kota Balikpapan. Balikpapan.

Anonim, 2009. Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup. Bermain, Belajar, Bertamasya, website : www.beruangmadu.org.

Boer, C., 2013. Peneliti Jamin Pemindahan Enklosure Tidak Masalah. Pos Metro Balikpapan. 4 Maret 2013.

Fredriksson, G. 2005a. Human-Sun Bears Conflicts in East Kalimantan. Ursus, 16:130-137.

Fredriksson, G. 2005b. Predation on Sun Bears by Reticulated Python in East Kalimantan, Indonesian Borneo. The Raffles Bulletin of Zoology, 53(1):165-168

Fredriksson, G dan Redman, A., 2009. A Little Book about A Little Bear. KWPLH. Balikpapan.

Fredriksson, G. 2012. Effect of El Nino and Large-Scale Forest Fires on the Ecology and Concervation of Malayan Sun Bears (Helarctos malayanus) in East Kalimantan, Indonesian Borneo. Academisch Proefschrift. Geboren te Amsterdam, Amsterdam.

Hafsah, T., Yuwanto, Kustono, dan Djuwantoko, 2009. Karakteristik Tanah dan Mikroklimat Habitat Burung Maleo (Macrochepalon maleo) di Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tenggara. Jurnal Manusia dan Lingkungan,16(2):75-80.

Hamsuri, 2013. Beruang Madu belum Bisa Reproduksi (Komunikasi Pribadi)

Ngabekti, S., Setiono, W, dan Ana, Y, 2013. Studi Kelayakan Relokasi Beruang Madu Kota Balikpapan. PT Karsa Haryamulya, Balikpapan:

Ngabekti, 2013. Konservasi Beruang Madu di KWPLH Balikpapan. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 5(2):90-96

Sitompul, P.G., dan Anggoro, D., 2013. Beruang Madu Sang Maskot Balikpapan. BKSDA Kalimantan Timur. Balikpapan.

Wich S.A. dan Trisno, 2006. Frugivory in Sun Bears (Helarctos malayanus) is linked to El Nino-related Fluctuation in Fruiting phenology. Biological Journal of the Linnean Society, 89(3):489-508.



DOI: https://doi.org/10.22146/jml.18759

Article Metrics

Abstract views : 946 | views : 1197 | views : 255 | views : 403

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Manusia dan Lingkungan



JML Indexed by:


Web
Analytics View My Stats