Cover Image

DAMPAK KEGIATAN PELEDAKAN PERTAMBANGAN ANDESIT TERHADAP LINGKUNGAN PEMUKIMAN DI GUNUNG SUDAMANIK KECAMATAN CIGUDEG KABUPATEN BOGOR (The Impact of Blasting Activities for Andesite Mining to Residential Environment at Mount Sudamanik Cigudeg Bogor)

https://doi.org/10.22146/jml.18735

Aljon Albertus Manotar Simbolon(1*), Muhamad Yani(2), Irzaman Irzaman(3)

(1) Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Jalan Pajajaran, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor 16151
(2) Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Jalan Pajajaran, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor 16151
(3) Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Jalan Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK

Aspek lingkungan hidup kemungkinan terganggu akibat kegiatan eksploitasi sumber daya alam. Mineral dan batuan sebagai salah satu sumber daya alam pada umumnya tersebar di daerah terpencil yang masih memerlukan pengembangan. Pada sisi ini, kehadiran perusahaan pertambangan sangat penting peranannya bagi kemajuan dan pembangunan serta meretas keterisolasian suatu daerah. Wilayah sekitar Gunung Sudamanik, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor tumbuh dan berkembang karena pertambangan andesit. Gunung Sudamanik telah dan masih dieksploitasi lima perusahaan tambang andesit yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan luas total Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) seluas 113 hektar. Pada tahun 2012, total produksi batuan kelima perusahaan adalah 3.984.785 ton atau rata-rata 332.065,4 ton per bulan. Produksi batuan tersebut dihasilkan dari peledakan yang dapat mencapai lima kali peledakan atau lebih setiap hari. Getaran dan bunyi ledakan yang disebabkan peledakan ini kemungkinan berdampak terhadap lingkungan hidup, terutama pada konstruksi rumah dan kenyamanan masyarakat yang bermukim di sekitar kaki Gunung Sudamanik. Pemukiman penduduk yang paling dekat lokasi peledakan andesit berada pada tiga kampung/dusun yaitu Kampung Kadaung, Lebakwangi Lapangan dan Lebakwangi Girang. Ketiga kampung tersebut secara administratif berada dalam Desa Rengasjajar. Rumah warga pada pemukiman yang paling dekat ke lokasi peledakan batuan andesit berjarak sekitar 337 – 616 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian 90,5 kg bahan peledak delay yang sama pada jarak 148 m mengakibatkan tingkat getaran tanah maksimum 7,71 mm/s yang telah melewati baku mutu kelas 3 SNI 7571 : 2010. Dan pemakaian bahan peledak mulai dari 77,4 kg sampai 1310,4 kg setiap peledakan tidak menimbulkan dampak kebisingan pada pemukiman warga.


ABSTRACT

Living environment aspects are possibility disrupted by the exploitation of natural resources. Minerals and rocks as one of the natural resources in general are scattered in remote areas that still need development. On this side, the presence of mining companies is important for the progress and development as well as rip off the isolation area. The region around Mount Sudamanik, Cigudeg District, Bogor Regency grows due to the mining of andesite rock. Mount Sudamanik has been and is being mined out by five companies that have mining business license (IUP) covering an area of 113 hectares of region mining business permit (WIUP). In 2012, total andesite production of the all company reached 3,984,785 tons, or an average of 332,065.4 tons per month. Production of these andesite generated from blasting that can reach five times the blasting or more every day. Ground vibrations and air blast caused by blasting probably effect to the living environment, mainly to the house construction and comfort communities who resides around the foot of Mount Sudamanik. Three villages are situated at the nearest the andesite mining inculuding Kampung Kadaung, Lebakwangi Lapangan and Lebakwangi Girang. Residential homes on the nearest location to the andesite blasting is about 337- 616 meters. The results showed that the use of 90.5 kg of explosives same delay at distance 148 resulted in maximum ground vibration levels of 7.71 m/s that have full filled the quality standard of the third grade SNI 7571: 2010. And the use of explosives ranging from 77.4 kg to 1310.4 kg blasting did not cause any noise impact on residential areas. 


Keywords


baku mutu; bunyi ledakan; getaran tanah; kenyamanan masyarakat; lingkungan hidup; air blast; comfort communities; ground vibration; living environment; quality standard



References

Amnieh, H.B., Mozdianfard, M.R., dan Siamaki, A., 2009. Predicting of Blasting Vibrations in Sarcheshmeh copper mine by Neural Network. Journal Safety Science, 48:319–325.

Anonim, 2010a. Standar Nasional Indonesia Nomor 7570 tentang Baku Tingkat Kebisingan pada Kegiatan Pertambangan terhadap Lingkungan. Badan Standardisasi Nasional (BSN), Jakarta.

Anonim, 2010b. Standar Nasional Indonesia Nomor 7571 tentang Baku Tingkat Getaran Peledakan pada Tambang Terbuka terhadap Bangunan. Badan Standardisasi Nasional (BSN), Jakarta.

Jullien, A., Proust, C., Martaud, T., Rayssac, E., dan Ropert, C., 2012. Variability in The Environmental Impacts of Aggregate Production. Journal Resources, Conservation and Recycling, 62:1-13.

Kartodharmo, M., 1990. Teknik Peledakan, Laboratorium Geoteknik PAU Ilmu Rekayasa ITB, Bandung.

Kecojevic, V., dan Radomsky, M., 2005. Flyrock Phenomena and Area Security in Blasting-Related Accidents. Journal Safety Science, 43:739-750.

Keraf, A.S., 2010. Etika Lingkungan Hidup. Penerbit Buku Kompas, Jakarta.

Marmer, D., Simangunsong G.M., dan Suwandhi, A., 2010. Peranan SNI 7571: 2010 dan SNI 7570: 2010 dalam kegiatan peledakan di tambang terbuka di Indonesia. Prosiding PPI Standardisasi. Perpustakaan Badan Standardisasi Nasional. Jakarta, 11 Nop 2010.

Sudarmono, D., 2008. Pengaruh Peledakan Terhadap Pit Wall dan Slope Design Pada Tambang Terbuka. Jurnal Rekayasa Sriwijaya, 17(3):23-31.

Sudarmono, D., Kadir, E., 2009. Pengukuran Vibrasi Hasil Peledakan di Tambang Terbuka Batu Hijau PT Newmont Nusa Tenggara. Jurnal Rekayasa Sriwijaya, 18(1):25-33.

Sudradjat, A., 2007. Otonomi Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Pengembangan Masyarakat, LPM Universitas Padjajaran. Bandung.

Sugandhy, A., dan Hakim R., 2007. Prinsip Dasar Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan. Cetakan ke-2. Bumi Aksara. Jakarta.

Sugiyono, 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Cetakan ke-14, Penerbit Alfabeta. Bandung.

Sumardjono, M.S.W., Ismail, N., Rustiadi, E., dan Damai, A.A., 2011. Pengaturan Sumber Daya Alam di Indonesia: Antara yang Tersurat dan Tersirat. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Tippler, P.A., 1991. Fisika untuk Sains dan Teknik. Ed ke-3. Terjemahan dari: Physics for Scientists and Engineers. Prasetio, L., dan Adi, R.W. (penerjemah). Erlangga. Jakarta.



DOI: https://doi.org/10.22146/jml.18735

Article Metrics

Abstract views : 25429 | views : 13705 | views : 2038 | views : 1748

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Manusia dan Lingkungan



JML Indexed by:

  

Web
Analytics View My Stats