Kemampuan Regenerasi Akar, Kotiledon dan Daun Lima Kultivar Terung Lokal (Solanum melongena L.)



Irfan Islami(1*), Taryono Taryono(2), Rani Agustina Wulandari(3)

(1) Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(2) Center of agrotechnology innovation, Universitas Gadjah Mada, Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta 55573, Indonesia.
(3) Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Terung merupakan tanaman yang  banyak digunakan sebagai tanaman model dalam perbaikan sifat karena peran dan potensi morfogenik terung yang tinggi. Perannya yang sangat penting dalam menunjang kebutuhan nutrisi dan kesehatan menjadikan banyak penelitian dilakukan untuk mendapatkan jenis terung unggul. Salah satu cara untuk mendapatkan terung jenis unggul adalah budidaya in vitro baik melalui organogenesis langsung maupun tidak langsung dengan induksi keragaman somaklonal. Faktor yang mempengaruhi budidaya in vitro terung yaitu genotipe,  sumber eksplan, dan zat pengatur tumbuh. Namun, dari budidaya in vitro terung yang telah dilakukan tingkat regenerasi yang didapatkan masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tanggapan regenerasi tiga organ sebagai bahan biakan lima kultivar terung. Perlakuan tersusun oleh 2 faktor yaitu bahan biakan dan kultivar yang ditata dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengamatan kuantitatif dilakukan pada persentase eksplan membentuk tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah daun, panjang daun terbesar, lebar daun terbesar, dan jumlah akar primer. Data kuantitatif hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) taraf 5 % dan apabila terdapat sumber ragam yang berbeda nyata, reratanya dibandingkan dengan  Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Pengamatan kualitatif dilakukan pada kalus yang terbentuk, tunas yang terbentuk, tanggapan eksplan akar, tanggapan eksplan daun, tanggapan eksplan kotiledon. Hasil penelitian menunjukkan organ masing-masing kultivar memiliki kenampakan yang beragam. Organ kotiledon menunjukkan regenerasi paling baik berdasarkan pengamatan kualitatif dan kuantitatif khususnya pada  kultivar Lokal Bantul.

Keywords


organ sumber eksplan; regenerasi terung; terung



References

Allicho, R., Del Grosso, E., Boschieri, E., 1982. Tissue cultures and plant regeneration from different explants in six cultivars of Solanum melongena. Experientia 38, 449–450.

Bhatti, Khizar Hayat., Jamil, Muhammad Danish., Muhammad Tufail. 2014. Direct organogenesis (shoot and root) of egg plant (Solanum melongena L.) through tissue culture. World Applied Sciences Journal. 30 (3): 317-321.

Chakravarthi, Dhavala V.N., Indukuri, Vijaya., Uttam A. Goparaju, Venkateswrarao Yechuri. 2010. Effect of genotype, explant and hormonal concentration on in vitro response of eggplant. Not Sci Bio.l 2 (3): 77-85.

Fassuliotis, G., Nelson, B.V., Bhatt, D.P., 1981. Organogenesis in tissue culture of Solanum melongena cv. Florida market. Plant Sci. Lett. 22, 119–125.

Furini A, Wunder J. 2004. Analysis of eggplant (Solanum melongena)-related germplasm: morphological and AFLP data contribute to phylogenetic interpretations and germplasm utilization. Theor Appl Genet. (108):197–208.

Gleddie, S., Keller, W., Setterfield, G., 1983. Somatic embryogenesis and plant regeneration from leaf explants and cell suspensions of Solanum melongena (eggplant). Can. J. Bot. 61, 656–666.

Hartmann, H.T. and L.P.J. Kester. 1983. Plant Propagation, Principles and Pratice (Ed.) 4. Pretice-Hail, Inc. Englewood Cliffs, New Jersey. 523-580p.

Kamat, M.G., Rao, N.A., 1978. Vegetative multiplication of eggplants (Solanum melongena) using tissue cultures techniques. Plant Sci. Lett. 13, 57–65.

Kashyap, V., S.V. Kumar, C. Collonnier, F. Fusari, R. Haicour, G.L. Rotino, D. Sihachakr, M.V. Rajam. 2002. Biotechnology of eggplant. Scientia Horticulturae 97:1-25.

Magioli, C. And E. Mansur. 2005. Eggplant (Solanum melongena L.): tissue culture, genetic transformation and use as an alternative model plant. Acta bot. bras. 19 (1):139-148.

Mukherjee, S.K., Rathnasbapathi, B., Gupta, N., 1991. Low sugar and osmotic requirements for shoot regeneration from leaf pieces of Solanum melongena L. Plant Cell Tiss. Org. Cult. 25, 12–16.

Naveenchandra, Padma Mallaya., Bhattacharya, Sila., Gokare Aswathanarayana Ravishankar. 2011. Culture media optimization through response surface methodology for in vitro shoot bud development of Solanum melongena L. for micropropagation. Int.J.BIOautomation.15(3):159-172.

Pal, Jitendra Kumar., Singh, Major. 2012. Effect of genotype on shoot regeneration from hypocotyls, cotyledons, and leaf explants from six cultivars of eggplant (Solanum melongena L.). International Journal of Current Research. 4 (02): 66-71.

Pierik, R.M.L. 1987. In vitro Culture of Higher Plant. Marthinus Mijhoff Pub. Nederland. 344p.

Polisetty R, Khetarpal S, Patil P, Chandra R (1994). Studies on micropropagation of hybrid and non-hybrid brinjal (Solanum melongena L.). Seed Res. 22:112-118.

Sharma, P., Rajam, M.V., 1995. Genotype, explant and position effects on organogenesis and somatic embryogenesis in eggplant (Solanum melongena L.). J. Exp. Bot., 135–141.

Shivaraj, G. And S. Rao. 2011. Rapid and efficient plant regeneration of eggplant (Solanum melongena L.) from cotyledonary leaf explant. Indian Journal of Biotechnology. 10:125-129.




Article Metrics

Abstract views : 52

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.